Saat Polisi Gelar Operasi Zebra 2022, Korban Calo SIM Polres Lobar Buka Suara: Buat SIM A Bayar Rp 600 Ribu dan SIM C Diminta Rp 500 Ribu


Ilustrasi

Lombok Barat, GL_ Saat ini Kepolisian Lalulintas (Polantas) di seluruh Indonesia sedang menggelar operasi Zebra tahun 2022. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 3-16 Desember 2022 dan berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Operasi Zebra digelar Polantas untuk meningkatkan disiplin berkendara masyarakat dalam berlalu lintas di jalan.

Di tengah operasi zebra sedang berlangsung, masyarakat mulai terlihat berbondong-bondong datang ke kantor satuan lalu lintas baik Polres maupun Polda untuk melengkapi administrasi surat-surat berkendara. Ada yang membuat SIM baru, ada juga yang bermaksud memperpanjang SIM yang akan atau bahkan yang sudah kadaluarsa. Persentase masyarakat pemohon SIM baru maupun yang memperpanjang hampir bisa dipastikan mengalami peningkatan dari hari-hari biasa sebelum operasi Zebra digelar.

“Ada peningkatan (jumlah masyarakat pemohon SIM). Jumlahnya nanti bos (pimpinan) yang ngomong ya, jangan saya,” ungkap salah satu anggota Polantas di Mapolres Mataram yang enggan dipublikasikan namanya.

Pantauan media ini dalam beberapa hari terakhir Operasi Zebra tahun 2022 berlangsung, hampir bisa ditemukan peningkatan jumlah masyarakat pemohon SIM di setiap satuan lalu lintas Polres di seluruh wilayah hukum Polda NTB, termasuk Satlantas Polres Lombok Barat (Lobar) NTB.

Namun disayangkan, situasi ini justru disinyalir masih dimanfaatkan oleh oknum-oknum calo SIM yang masih berkeliaran di Mapolres Lobar dan diduga melakukan praktek pungutan liar (pungli). Bahkan, sejumlah warga mengaku membuat SIM dengan harga fantastis dan diduga tidak sesuai dengan harga yang tertera dalam peraturan perundang-undangan.

Ilustrasi pungli

Membuat SIM A misalnya, sejumlah warga Lombok Barat mengaku pada media ini telah membayar sebesar Rp 600.000 dan untuk biaya pembuatan SIM C mereka diminta Rp 500.000 oleh calo yang diduga oknum pegawai salah satu Dinas pemerintahan yang bekerja sama dengan oknum Polisi satlantas Polres Lobar.

“SIM A saya bayar Rp 600 ribu. Saya buat berempat lewat temen dia kerja di Dinas Perhubungan. Katanya ada temennya polisi di dalam yang bantu biar cepat,” ungkap Sul, warga Merembu.

Sul mengaku tidak butuh waktu lama untuk menunggu proses pembuatan SIM tersebut, bahkan tanpa melalui prosedur tes/ujian pembuatan SIM. “Sebentar kita nunggu sekitar 2 jam an. Ndak ada tes-tes, foto nunggu sebentar langsung jadi,” katanya.

Senada dengan Sul, seorang sopir toko bahan bangunan bernama Hud, warga Bengkel Lobar, juga mengaku telah membayar Rp 600 ribu untuk pembuatan SIM A.

“saya bayar Rp 600 ribu, SIM A. Sebenarnya saya mau buat SIM C juga tapi saya kurang uang. Saya diminta (membayar) Rp 500 ribu untuk SIM C,” kata Hud.

Ketentuan pembuatan dan perpanjangan SIM telah diatur dalam peraturan Kapolri nomor 09 tahun 2012 pasal 28 ayat 3 tentang perpanjangan SIM dan surat telegram ST/985/IV/2016 tanggal 20 April 2016, huruf BBB poin 3.

Biaya untuk perpanjangan SIM sudah tertera dalam peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2016. Untuk SIM A dikenakan biaya pokok sebesar Rp 80.000 dan SIM C sebesar Rp 75.000. Namun ada juga biaya tambahan lainnya, yakni untuk cek kesehatan Rp 25.000, biaya asuransi Rp 30.000 dan tes psikologi sekitar Rp 60.000.

Masa berlaku SIM memiliki 5 tahun durasi dari penerbitannya. Hal itu tercantum dalam telegram Korlantas nomor ST/2664/X.Yan.1.1/2019. Dalam telegram itu diatur masa kadaluarsa SIM bergantung dari tanggal pencetakan SIM tersebut.

Dikonfirmasi terkait masih adanya dugaan pungli di Satlantas Polres Lobar, Dirlantas Polda NTB, Kombespol Djoni Widodo, Jum’at (7/10/2022), menegaskan, tidak boleh ada penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Polri, khususnya di seluruh jajaran Direktorat lalu lintas Polda NTB. Ditambahkannya, semua harus sesuai prosedur dan mekanisme aturan.

“akan sy buat kan jukrah (petunjuk dan pengarahan) ke jajaran dgn persyaratan dan prosedur pembuatan SIM serta tdk boleh ada penyimpangan yg di lakukan oleh anggota,,,” ungkap pesan singkat Dirlantas via akun WhatsApp nya.(GL/red).


Belum ada Komentar untuk "Saat Polisi Gelar Operasi Zebra 2022, Korban Calo SIM Polres Lobar Buka Suara: Buat SIM A Bayar Rp 600 Ribu dan SIM C Diminta Rp 500 Ribu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel