Modal “Begibung”, Laskar Sasak Optimis Tembus Pasar Dunia Melalui Perkebunan Pisang Cavendish

Lalu Muhammad Ali Sadikin, S.Pd., alias Miq Denta, Dewan Pendiri sekaligus Wakil Ketua Umum Laskar Sasak

KLU, GL_ Program perkebunam pisang Cavendish di Desa Rempek, kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) provinsi NTB mulai diuji coba. Percobaan tahap awal ini ditargetkan di atas lahan kering seluas 58 hektare. Penanaman perdana bibit pisang Cavendish di lakukan Minggu Pahing (23/10/2022) dan dihadiri Bupati KLU yang diwakili oleh Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Trisna Hadi, pihak Camat Gangga, Desa Rempek, dan seluruh jajaran pengurus Laskar Sasak se pulau Lombok.

Program perkebunan pisang Cavendish ini diyakini akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Rempek khususnya dan masyarakat Lombok Utara pada umumnya. Nilai ekonomis varietas pisang yang banyak ditemui di setiap pasar modern ini terbilang cukup tinggi selain proses penanaman dan perawatannya terbilang cukup mudah.

Dewan pendiri Laskar Sasak sekaligus wakil ketua umum, Lalu Muhammad Ali Sadikin, mengatakan, program Perkebunan Pisang Cavendish ini adalah sebagai bentuk upaya nyata untuk memajukan ekonomi kerakyatan Anggota Laskar Sasak pada segala lapisan. Di samping itu, untuk membantu Pemerintah dalam memanfaatkan Lahan-lahan kering yang sangat luas tersebar di Lombok Utara.

“Selama hampir satu tahun ini kita telah studi banding ke beberapa daerah yang telah sukses menjalankan Perkebunan Pisang Cavendish. Kita telah uji coba langsung di lokasi ini dan ternyata uji coba itu sangat berhasil karena melampaui dari target,” ungkap pria yang akrab disapa Miq Denta itu.

Miq Denta yang juga Dirut CV Surya Denta Kusuma (SDK), Perusahaan yang dipercaya oleh Laskar Sasak untuk menjalankan program Perkebunan Pisang Cavendish diwilayah Utara Pulau Lombok itu tak menampik jika dalam pelaksanaan program ini juga menemukan tantangan dan hambatan. Kendala terbesar menurutnya adalah dari sisi permodalan. Namun dengan semangat Begibung serta sokongan dari Pemerintah menurutnya, kendala tersebut bisa dilalui.

Istilah Begibung merupakan tradisi makan bersama suku Sasak Lombok menggunakan satu nampan oleh sejumlah orang. Sebagian orang bertugas sebagai Ran (pelayan) yang melayani kebutuhan makan minum orang atau tamu yang sedang menyantap hidangan.

Semangat ‘Begibung' dalam program perkebunan pisang Cavendish ini dijelaskan Miq Denta, adalah semangat bekerja sama dan gotong royong saling membantu satu sama lain demi mencapai tujuan bersama.

“Dengan konsep Begibung, kita sama-sama, dan kita bermitra dengan pemilik-pemilik lahan yang ada di sini. Kita kerjasama semua. Jadi tidak ada pemodal tunggal di sini,” dijelaskan Miq Denta.

Sementara itu, Kades Rempek, Rudi Artono, mengaku memiliki harapan besar dari program perkebunan pisang Cavendish ini. Menurutnya, program perkebunan di atas puluhan hektare lahan kering ini akan memberikan banyak manfaat samping (multiplayer effect) bagi masyarakatnya, terutama dalam hal terbukanya lapangan pekerjaan. Selain itu lanjutnya, simbiosis mutualisme antara program perkebunan pisang Cavendish ini dengan masyarakat yang mayoritas petani dan peternak.

“Sisa batang pisang setelah panen bisa menjadi makanan ternak. Kotoran ternak bisa menjadi pupuk kandang atau pupuk kompos,” pungkasnya.

Kades Rempek, Rudi Artono

Selain bisa mengubah lahan tandus menjadi produktif, Artono juga berharap, perkebunan pisang Cavendish ini bisa menjadi daya tarik wisata di Desa Rempek. Dengan demikian, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membantu meningkatkan pendapatan Desa melalui agrowisata nya.

“Kami harapkan perkebunan pisang Cavendish ini akan menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara bisa berkunjung ke Desa Rempek. Artinya, dari lahan kering ini dengan ditanami pisang Cavendish maka kami harapkan bisa menjadi agro wisata maupun Eko wisata,” harapnya penuh semangat.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Modal “Begibung”, Laskar Sasak Optimis Tembus Pasar Dunia Melalui Perkebunan Pisang Cavendish"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel