Lantunan Sholawat Warnai Penanaman Perdana Pisang Cavendish Oleh Warga Bersama Laskar Sasak di KLU

KLU, GL_ Ada yang berbeda pada suasana launching dan grand opening perkebunan pisang Cavendish oleh Laskar Sasak bersama warga Desa Rempek, kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) provinsi NTB, Minggu Pahing (23/10/2022). Selain kental nuansa agama dan kekeluargaan, kegiatan bertema agro mitra, agro bisnis, agrowisata, agro culture Perkebunan Pisang Cavendish 58 hektare yang dihadiri segenap tokoh masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda) KLU bersama jajaran itu diwarnai dengan lantunan pembacaan sholawat dan do’a-do’a.

Pantauan gemalombok.com di lokasi penanaman perdana pisang Cavendish di Desa Rempek, Minggu siang, cuaca di langit KLU cukup cerah. Usai kegiatan seremoni sambutan dari sejumlah kalangan, kegiatan tersebut juga di isi dengan tradisi ‘Begibung’ atau tradisi makan bersama ala suku Sasak Lombok. Lantunan irama syahdu musik tradisional khas Suku Sasak oleh anggota Majlis Shalawat Pangeran Nusantara Majelis Adat Sasak (MAS) menjadi hiburan satu-satunya yang memecah kesunyian di sela-sela jeda kegiatan.

Hamparan puluhan hektare lahan tandus yang telah dipersiapkan sebagai lokasi penanaman bibit pisang Cavendish dilatar belakangi pemandangan alam gunung Rinjani yang berdiri gagah di sebelah Utara Desa itu. Warna biru gunung idola para pendaki itu diselimuti awan tipis di puncaknya, nampak dari kejauhan dengan punggung bebukitannya yang kokoh.

Gunung dengan ketinggian 1726 mdpl yang merupakan kebanggaan masyarakat pulau Lombok itu sebelumnya merupakan deretan Gunung Samalas yang telah meletus dahsyat pada tahun 1252 M. Meski muntahan lahar gunung Samalas telah berlalu sekitar 820 tahun silam, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi wilayah sekitar gunung tersebut, termasuk Desa Rempek, kecamatan Gangga yang lokasinya tidak terlalu jauh dari gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu. Meski sebagian besar lahan di KLU terbilang tandus, namun abu vulkanik sisa letusan gunung Samalas masih membekas hingga kini dan membuat lahan-lahan sekitar menjadi sangat subur.

Selanjutnya, penanaman puluhan bibit pisang Cavendish secara simbolis dilakukan oleh perwakilan Pemda KLU yang diwakili oleh Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Trisna Hadi, Pejabat yang mewakili Camat Gangga, Ni Nyoman Kartini, Kades Rempek, Rudi Artono, serta seluruh jajaran pengurus Laskar Sasak.

Uniknya, selama penanaman perdana pisang Cavendish secara simbolis itu diwarnai lantunan Sholawat Nabi serta do’a mulai dari awal hingga akhir. Suasana sakral menyelimuti kegiatan yang dihajatkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat KLU itu. Menggunakan pengeras suara, salah Satu tokoh Laskar Sasak membantu mengiringi penanaman bibit pisang Cavendish dengan pekik Sholawat Nabi dan do’a yang terus dipanjatkan kepada Sang Maha Pencipta selama kegiatan penanaman bibit berlangsung.

Dewan pendiri Laskar Sasak sekaligus Wakil Ketua Umum dan Dirut CV Surya Denta Kusuma (SDK), Lalu Muhammad Ali Sadikin, mengatakan, dipilihnya jenis komoditi pisang Cavendish di wilayah KLU menurutnya, mengingat kondisi geografis di Lombok bagian Utara dengan lahan keringnya yang subur sangat potensial untuk perkebunan jenis pisang Cavendish.

Sebelumnya pihaknya telah melakukan uji coba penanaman pisang Cavendish ini di KLU dengan hasil lebih dari target yang diharapkan. Bahkan hasilnya dinilai lebih tinggi dibanding hasil perkebunan jenis komoditi yang sama dengan daerah lain.

“Dari divisi ekonomi Laskar Sasak telah mengadakan MoU terkait pasar di beberapa perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia ini maupun yang ada di luar negeri,” ungkap pria yang akrab disapa Miq Denta ini.

Target besar dari program ini lanjut Miq Denta, yakni untuk memberdayakan anggota Laskar Sasak serta masyarakat secara kekuatan ekonomi. Pihaknya optimistis melalui program perkebunan pisang Cavendish ini masyarakat KLU juga akan sangat terbantu dari sisi ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan KLU, Tresna Hadi, berharap kegiatan penanaman pisang Cavendish ini kedepan bisa dilakukan lebih luas dan melibatkan lebih banyak lagi warga KLU. Demi mendukung program ini, Pemda setempat telah menggelontorkan bantuan optimasi lahan kering kepada kelompok tani ‘Oloh Tumbuh’ di Desa Rempek sebesar Rp 102 juta serta fasilitas pipa air untuk mengairi lahan lokasi penanaman pisang Cavendish. Ia berjanji, akan terus memantau perkembangan program perkebunan pisang Cavendish tersebut dan dukungan akan terus diberikan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dari Pemda.

“Kami berharap (program penanaman pisang Cavendish) ini bisa memberikan dampak positif berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di Desa Rempek ini, dan masyarakat Lombok Utara pada umumnya,” harapnya.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Lantunan Sholawat Warnai Penanaman Perdana Pisang Cavendish Oleh Warga Bersama Laskar Sasak di KLU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel