Istikomah Kawal Sidang Ceramah Kontroversial Ustadz MQ, Laskar Sasak Minta Terdakwa Segera Ditahan Kembali Untuk Cegah Gejolak, JPU: Mohon...

Mataram, GL_ Sidang kasus dugaan pelecehan terhadap makam-makam leluhur masyarakat pulau Lombok provinsi NTB oleh penceramah Ustadz Mizan Qudsiah (MQ) masih berjalan. Selasa (25/10/2033), persidangan telah memasuki agenda pemeriksaan terdakwa oleh majelis hakim pengadilan negeri (PN) Mataram.

Kelompok yang masih terus Istikamah atau konsisten mengawal kasus tersebut hingga saat ini yakni kelompok Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Sasak. Terbukti, saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Mataram, ratusan anggota dan tokoh pendiri salah satu ormas besar di pulau Lombok itu “turun gunung” mengawal jalannya persidangan tersebut dengan tertib.

Sebelumnya, Laskar Sasak dengan atribut seragam lengkap yang didominasi warna hitam itu mendatangi Mapolda NTB. Sikap santun ditunjukkan dengan tertib, dimana puluhan tokoh Laskar Sasak yang ada di barisan terdepan langsung duduk bersimpuh di depan gerbang Mapolda NTB.

Sontak, sikap santun yang dinilai sebagai adab bertamu warisan leluhur suku Sasak Lombok itu memancing reaksi anggota Polisi yang mengawal aksi unjuk rasa tersebut untuk ikut duduk bersimpuh di hadapan peserta aksi.

Setelah Laskar Sasak menyampaikan maksud kedatangan mereka, salah satu perwira polisi yang memimpin pengawalan unjuk rasa itu mengajak perwakilan tokoh Laskar Sasak untuk masuk ke dalam gedung Polda NTB agar bisa menyampaikan aspirasinya dengan aman dan nyaman.

Usai persidangan di gedung PN Mataram, para tokoh Laskar Sasak menyampaikan maksud mereka di hadapan Jaksa penuntut umum (JPU) agar terdakwa Ustadz MQ segera ditahan kembali untuk mencegah terjadinya gejolak lagi di tengah masyarakat, khususnya masyarakat pulau Lombok. Selain karena ancaman hukum terhadap terdakwa di atas lima tahun, alasan Laskar Sasak meminta terdakwa ditahan kembali oleh petugas penegak hukum yakni, luka sakit hati masyarakat pulau Lombok-NTB itu masih membekas hingga saat ini.

Sebelumnya dalam ceramahnya ustadz MQ dinilai telah menghina para tokoh ulama dan sejumlah makam yang dikeramatkan masyarakat pulau seribu masjid itu dengan sebutan “makam tain acong” (makam kotoran anjing). Bahkan ustadz yang disebut-sebut tokoh Wahabi itu melarang untuk melakukan ziarah kubur.

Anggota JPU, Iwan, SH., yang menemui perwakilan Laskar Sasak berjanji akan menyampaikan harapan tersebut kepada majelis Hakim pada jadwal persidangan berikutnya agar terdakwa kasus dugaan pelecehan makam leluhur masyarakat pulau Lombok itu segera ditahan. Namun, JPU berharap agar Laskar Sasak bersama kelompok-kelompok lain tetap menjaga kondusifitas masyarakat.

“Mohon kepada temen-temen, yang paling penting jaga Kondusifitas dulu di Lombok ini ya. Ketika saya tidak komitmen okelah boleh temen-temen mau (melakukan) apapun itu namanya,” ungkap Iwan di hadapan tokoh perwakilan Laskar Sasak.

Iwan juga berharap, agar pihaknya diberi kesempatan atas nama negara, dan atas nama keadilan untuk melakukan tuntutan menegakkan hukum sesuai mekanisme. Kembali Ia berjanji akan menyampaikan permohonan masyarakat itu melalui amar tuntutan JPU di jadwal sidang berikutnya agar majelis hakim melakukan penahanan terhadap terdakwa.

“komitmen kami untuk keadilan untuk masyarakat Lombok khususnya. Atas nama masyarakat Lombok secara umum melalui Laskar Sasak, atas nama pribadi, lembaga, maupun institusi kami juga mengucapkan terimakasih yang selama ini telah mengawal, mendukung kita menegakkan hukum,” ungkap Iwan.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Istikomah Kawal Sidang Ceramah Kontroversial Ustadz MQ, Laskar Sasak Minta Terdakwa Segera Ditahan Kembali Untuk Cegah Gejolak, JPU: Mohon..."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel