Viral, Seorang Warga di Lombok Tengah Melahirkan di Polindes Yang Tidak Punya Mesin dan Tandon Air, Ibu Pasien Terpaksa Ambil Air Sumur Menggunakan Gayung

Lombok Tengah, GL_ Pondok Bersalin Desa (Polindes) Desa Gemel, kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah NTB mendadak viral di jagat media sosial (medsos) Facebook akibat unggahan sebuah gambar foto seorang ibu pasien yang menimba air sumur menggunakan timba gayung.

Sekilas tidak ada yang nampak terlalu aneh dalam unggahan foto tersebut. Namun, dari keterangan/ caption foto yang di-posting salah satu pemilik akun bernama Yudi Apriawan di Facebook group Desa Gemel itu menjelaskan tentang kondisi Polindes yang cukup memprihatinkan dan dinilai tidak sesuai standar sanitasi kesehatan.

Pasalnya, selain kondisi bangunan Polindes yang sudah usang terlihat dari kondisi tembok yang lapuk dan warna cat yang sudah memudar, ternyata Rumah bersalin milik Desa Gemel tersebut juga tidak memiliki mesin dan tandon (penampungan) air. Padahal, dalam pelayanan kesehatan terutama dalam proses persalinan, kebutuhan air sangat penting baik bagi tenaga medis yang memberikan pelayanan maupun bagi pasien yang dilayani. Kesulitan dalam mengambil air itu dikhawatirkan akan berdampak tidak baik terutama untuk kesehatan dan kenyamanan pasien yang dirawat.

Salah satu akun bernama Dhe Farizy, justru mengungkapkan keterangan yang cukup ironis. Disebutkannya, pengadaan mesin dan tandon air itu telah dianggarkan sejak tahun 2021 lalu namun hingga saat ini pemilik akun tersebut mengaku heran kenapa belum direalisasikan.

“Dua ribu dua puluh satu sudah di anggarkan tiye, mase sampe nani ndekman realisasi. (Tahun) 2021 sudah dianggarkan (pengadaan mesin dan tandon air) itu, kenapa sampe sekarang belum realisasi),” sebutnya.

Beberapa pemilik akun lain juga mengungkapkan informasi terkait keberadaan fasilitas Polindes tersebut yang diduga “disunat” oleh pihak Desa. Janji pemerintah Desa setempat terkait pengadaan mesin serta tandon air telah dilontarkan pihak Desa sejak beberapa tahun terakhir, namun hingga kini belum juga terbukti.

Dari informasi postingan yang diungkap di medsos itu disebutkan, pasien bernama Faoziah, istri dari bapak So’im. Sementara ibu pasien bernama Inaq Dibur, warga Dusun Montong Kecial, Desa Gemel. Pasien tersebut melahirkan pada hari Senin (25/9/2022) di Polindes Desa Gemel.

Sontak unggahan postingan tersebut dibanjiri beragam komentar yang kebanyakan mengaku prihatin dan sangat menyayangkan kondisi instansi kesehatan milik pemerintah Desa setempat. Postingan itu juga telah mendapat ratusan komentar dan telah berkali-kali dibagikan.

Bahkan, sejumlah pemilik akun berinisiatif sendiri untuk mengajak dan memberikan sumbangan swadaya seikhlasnya untuk pembelian mesin dan tandon air demi membantu warga yang mendapat pelayanan di Polindes tersebut.

Sementara itu, Bidan desa Gemel, Ronita, Amd. Keb., mengaku pihaknya telah seringkali meminta kepada Pemerintah Desa Gemel untuk pengadaan tandon air semenjak dirinya mulai menjabat beberapa tahun lalu.

“Sampai hari ini hanya besok besoook trusss, kalau mesin air kurang lebih sekitar satu tahun (dijanjikan),” keluhnya.

Menurut Ronita, pihaknya sudah mendapatkan banyak keluhan dari pihak pasien maupun keluarganya. “Karena ketika pasien mau ke toilet harus nimba air dulu di sumur,” cetusnya.

Ia juga menambahkan, saat ini kondisi Polindes perlu dilakukan perbaikan karena kondisi jendela dan pintu yang nyaris roboh akibat dimakan usia.

“Terutama jendelanya yg di depan ruang pelayanan pasien. Harapan kami pemdes harus respon cepat terhadap semua kebutuhan yang ada agar pelayanan berjalan sesuai standar,” tegasnya.

Selain itu, ketua Badan Permusayawaratan Desa (BPD) Desa Gemel, Sudarman, saat dikonfirmasi gemalombok.com, Selasa (27/9/2022) merasa heran dan tak menyangka hingga saat ini pemasangan mesin dan tandon air di Polindes tersebut ternyata belum dilakukan pihak pemerintah Desa Gemel. Padahal, pemasangan mesin dan tandon air itu dinilai menjadi kebutuhan prioritas utama bagi pelayanan Polindes. Persoalan mesin air dan tandon penampung itu juga sempat dikeluhkan oleh Bidan yang bertugas.

“Sangat menyayat hati kami selaku BPD Karena pada saat ada konflik antara driver dengan bidan desa sempat kami bahas (terkait rencana pemasangan mesin dan tandon air),” pungkasnya.

Sudarman menambahkan, pihaknya telah membahas bersama Kades Gemel, Muhamad Ramli, BPD, bidan, dan driver ambulance, terkait persoalan mesin air dan tandon tersebut. Kades Gemel lanjutnya, telah berjanji akan segera memasangkan mesin air di Polindes itu karena menjadi kebutuhan prioritas. Namun Ia merasa heran ternyata sampai hari ini janji Kades itu belum direalisasikan.

“Kami juga sudah mengira sudah diselesaikan oleh Kades karena setelah nike (itu) tidak pernah ada keluhan bides (bidan desa) ke BPD. Malahan yang diagendakan tahun ini jendela Polindes mau diganti alias diperbaiki,” tutup Sudarman. 

Terpisah, Kades Gemel, Muhamad Ramli, yang dikonfirmasi via akun WhatsApp nya, kepada media ini mengatakan, pengadaan mesin dan tandon air untuk Polindes itu akan segera dilakukan.

"Sekarang mau dikerjakan. Untuk tahap 2," jawabnya singkat.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Viral, Seorang Warga di Lombok Tengah Melahirkan di Polindes Yang Tidak Punya Mesin dan Tandon Air, Ibu Pasien Terpaksa Ambil Air Sumur Menggunakan Gayung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel