Dipolisikan Dalam Kasus Dugaan Penggelapan Aset Desa, Begini Klarifikasi Mantan Kades Gemel


Lombok Tengah, GL_ Belum lama ini sejumlah media telah memuat pemberitaan terkait laporan polisi yang dilayangkan Kades Gemel, Muhamad Ramli, di Mapolres Loteng, terhadap mantan Kades sebelumnya, H. Achmad Musannip, Ketua BPD, Mawardi, dan ketua LKMD masa itu, Idham Khalid. Dalam statemennya di sejumlah media itu Ramli mengatakan, laporan polisi tersebut terkait dugaan penggelapan aset yang diklaim sebagai milik Desa sebanyak 9 unit mesin bordir.

Dalam pernyataannya, Ramli menuding jika para pihak yang dilaporkan itu diduga telah menggelapkan aset mesin bordir yang dianggap milik Desa Gemel.

Mengetahui hal itu, mantan Kades Gemel sebelumnya, H. Achmad Musannip, kepada media ini, Rabu (28/9/2022) memberikan klarifikasi. Dirinya bersama ketua BPD dan ketua LKMND saat dirinya menjabat saat itu membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya, mesin bordir yang dipinjam pakaikan itu dibeli bukan menggunakan Dana Desa Gemel, melainkan itu hibah atau pemberian oleh program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Nasional Mandiri (PNPM) kepada sejumlah kelompok masyarakat Desa Gemel waktu itu.

Selain itu 9 unit mesin bordir itu juga bukan digelapkan seperti yang dituduhkan Kades Gemel, Muhamad Ramli, melainkan dipinjamkan kepada yayasan Nahdlatul Ulama (NU) yang telah menjadi mitra Pemerintah Desa Gemel sejak lama.

Hubungan yayasan yang bernaung di bawah organisasi agama Islam terbesar di Indonesia itu diakuinya sangat akrab dan dekat bahkan hingga saat ini meski dirinya bersama pihak-pihak yang dilaporkan itu sudah tak lagi menjabat di pemerintahan Desa Gemel.

“Terkait media yang menerbitkan berita tanpa konfirmasi kepada kami tentang aset desa yang tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” bantah H. Musannip.

Dijelaskannya lebih lanjut, sumber mesin bordir tersebut berasal dari Program PNPM tahun 2015 yang diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat Desa Gemel dan bukan bersumber pembeliannya dari Dana Desa yang di sebut sama Kades Ramli di sejumlah media.

“Sementara mesin bordir tersebut sudah jelas ada surat yang tertera pada surat tersebut di pinjem pakai. Jadi sungguh terlalu kalau itu dibuat pernyataan penggelapan aset desa oleh kepala desa (Muhamad Ramli) yang di tuduhkan kepada mantan Kepala Desa Gemel,” sesal H. Musannip.

Seperti informasi sebelumnya, Kades Gemel, Muhamad Ramli melapor ke Mapolres Lombok Tengah (Loteng), Senin (26/9/2022) lalu terkait dugaan penggelapan aset yang diklaim milik pemerintah Desa Gemel. Salah satu Yayasan yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Ulama (NU) juga ikut dibawa-bawa dalam pelaporan itu.

Ramli mengaku, beberapa kali upaya pemanggilan telah dilakukan pihaknya sejak tahun 2019 terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat namun belum kunjung menemukan titik terang.

Dalam laporan itu Ramli menyertakan alat bukti sebuah surat kesepakatan bernomor: 13/YPMNU/XI/2015 tertanggal 1 Desember 2015. Surat tersebut berisi kesepakatan pinjam pakai berupa 9 unit mesin bordir oleh sejumlah pihak kepada Yayasan Pendidikan Bina Bakti Wanita Muslimat NU (YPMNU) kota Mataram.(GL/red).


Belum ada Komentar untuk "Dipolisikan Dalam Kasus Dugaan Penggelapan Aset Desa, Begini Klarifikasi Mantan Kades Gemel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel