Cerita di Balik Tradisi Pendakian Gunung Rinjani Korem 162/WB, Canda Danrem Ke Para Pendaki, Pesan Jaga Alam Hingga Promosi Pariwisata


Lombok Timur, GL_ Sebagai pimpinan tertinggi di jajaran Korem 162/WB, ternyata Danrem Brigjen TNI Sudarwo Aries Nurcahyo, S.Sos, MM., memiliki kepedulian tinggi terhadap alam Rinjani dan dunia pariwisata. Hal itu diketahui dari sepanjang jalan tradisi pendakian gunung Rinjani yang di mulai sejak Jum’at (13/8) lalu itu, Danrem tak henti-hentinya memberi pesan kepada anggota jajaran maupun kepada para pendaki yang dijumpai agar menjaga kelestarian lingkungan alam gunung Rinjani.

Selain itu, Brigjen Sudarwo juga sesekali dengan ramah mempromosikan pariwisata NTB khususnya wisata gunung Rinjani kepada para pendaki (Climber) yang dijumpai.

Usai mendaki puncak gunung Rinjani pada Minggu (14/8) dini hari, rombongan prajurit TNI Korem 162/WB kembali turun melalui jalur pendakian Desa Sembalun Lombok Timur. Saat singgah di pos Empat, Danrem berjumpa dengan puluhan pendaki yang sedang beristirahat. Dengan senyum ramah Danrem menyapa dan berdialog dengan para pendaki tersebut. Dari dialog itu diketahui para Pendaki itu berasal dari sejumlah daerah, di antaranya berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan beberapa daerah lain di Indonesia. Sejumlah Pendaki asing dari mancanegara juga turut diajak berbincang oleh perwira TNI bintang satu itu.

Ditemani segelas teh Hangat, Danrem melontarkan canda sambil menyampaikan pesan kepada para pendaki agar tetap menjaga kelestarian alam wisata Gunung Rinjani sehingga tetap terjaga keutuhannnya. Saat ini Gunung Rinjani sudah menjadi sorotan dunia, dimana hari terlihat jumlah pendaki asal manca negara justru lebih banyak dari pendaki lokal atau dalam negeri.

“Itu artinya bahwa Wisata mendaki Gunung Rinjani sudah menjadi kawasan wisata pendakian yang sudah dikenal hingga Manca Negara”, papar Danrem sembari sesekali menyeruput gelas teh hangatnya.

Sepanjang perjalanan turun dari Puncak Rinjani, orang nomor satu dijajaran Korem 162/WB ini menyempatkan diri untuk mampir di pos-pos persinggahan yang dilalui para pendaki. Danrem bersama rombongan memperkenalkan diri dan menghimbau para pendaki untuk tetap waspada dan berhati-hati demi keselamatan masing masing serta tidak membuang sampah atau melakukan aktivitas-aktivitas yang berakibat tidak baik terhadap kelestarian Gunung Rinjani dan keselamatan para pendaki lain.

Setiap Pos yang dilalui, Danrem tetap selalu memberikan Nasehat dan himbauan guna membangun kesadaran para pecinta Gunung Rinjani yang ditemui.

Perjalanan dari Pos Pelawangan Lima hingga ke pos Satu ditempuh sekitar enam Jam dengan berjalan kaki. Sejumlah anggota mengalami keram akibat dinginnya cuaca berkabut dan guyuran hujan. Sesekali kabut tebal membatasi jarak pandang dan Medan licin yang cukup terjal membuat para peserta pendakian harus lebih berhati-hati.

Di pos Satu, Danrem juga menyempatkan diri singgah kemudian kembali menikmati Teh Hangat dan menyapa para pendaki. Ia kembali mengingatkan Anggota dan sejumlah pendaki agar membantu mempromosikan Destinasi Wisata Pendakian Gunung Rinjani.(GL/Pen)


Belum ada Komentar untuk "Cerita di Balik Tradisi Pendakian Gunung Rinjani Korem 162/WB, Canda Danrem Ke Para Pendaki, Pesan Jaga Alam Hingga Promosi Pariwisata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel