Angka Kematian Bayi di Lombok Tertinggi di Indonesia, Orang Tua Wajib Tau Ini Faktor Penyebabnya


Lombok Tengah, GL_ Selain angka pernikahan anak di bawah umur tertinggi kedua di Indonesia, provinsi NTB, khususnya pulau Lombok ternyata penyumbang angka kematian bayi tertinggi di negeri ini. Beragam faktor penyebabnya ternyata tidak banyak disadari oleh para orang tua, terutama kaum ibu. Pasalnya, penyebab tingginya angka kematian bayi di pulau Lombok bukan hanya karena faktor kesehatan dan kelahiran, tetapi juga karena minimnya pengetahuan orang tua terutama kaum ibu bagaimana cara merawat bayinya.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Dapil NTB-2 pulau Lombok, Dr. Ir. H. Nanang Samudra, KA, M.Sc., dalam Sosialisasi KPPPA RI (Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia (KPPA RI), di balai desa Gemel, kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah-NTB, Jum’at (12/8).

Nanang menjelaskan, pada dasarnya dalam tumbuh kembangnya anak-anak memiliki empat hak. Yakni, hak perlindungan, hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang dan hak partisipasi anak.

Dijelaskannya, dalam hal perlindungan anak juga masih terdapat banyak permasalahan. Dimana orang tua masih sering mendidik anak dengan cara emosional, memarahi bahkan menyakiti fhisiknya.

Hak kelangsungan hidup anak juga masih banyak orang tua yang memiliki pemahaman tentang gizi yang sangat kurang.

“Anak-anak yang masih usia dua tahun (balita), di saat pertumbuhan otaknya memerlukan protein yang cukup justru tidak diberikan,” lanjutnya.

Selanjutnya, hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Fenomena yang terjadi di kebanyakan keluarga masyarakat pulau Lombok, yakni masih lebih mementingkan anak laki-laki daripada anak perempuan. Anak laki-laki cenderung dimanjakan daripada anak perempuan.

Dalam hal memenuhi hak partisipasi anak-anak dijelaskan Nanang, orang tua harus terbiasa dan membiasakan untuk mendengarkan anak-anak saat ingin bertanya dan berbagi cerita/curhat.

Selain itu, Nanang juga menjelaskan, kematian bayi rentan terjadi pada usia satu bulan hingga usia satu tahun. Karena di usia tersebut anak bayi sudah sepenuhnya dalam perawatan orang tua setelah sebelumnya ditangani oleh pihak perawatan medis.

“Tingginya angka kematian bayi di pulau Lombok bukan hanya karena faktor kelahiran, tetapi juga karena minimnya pengetahuan orang tua bagaimana cara merawat bayinya,” pungkasnya.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Angka Kematian Bayi di Lombok Tertinggi di Indonesia, Orang Tua Wajib Tau Ini Faktor Penyebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel