Jika Ijazah Paket C Calon Kadus Bun Periye Diduga Ilegal, Kades Gemel: Kita Pansel Ulang

 


Lombok Tengah, GL _ Polemik sengketa Pilkadus dusun Bun Periye, desa Gemel, kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah masih terus berlanjut. Upaya hearing untuk penyampaian aspirasi dari warga pendukung salah satu calon Kadus di gelar, Senin (18/7) pagi, pun telah dilakukan. Dalam pertemuan yang berlangsung ricuh tersebut, mencuat sejumlah persoalan yang disinyalir menjadi pemicu munculnya protes kekecewaan dari masyarakat.

Diantaranya, mekanisme tes yang lakukan oleh panitia seleksi (pansel) terhadap para calon Kadus yang diduga tidak netral dan transparan, hingga isu sentimen pribadi Kades Gemel, Muhamad Ramli terhadap salah satu calon Kadus yang menyebabkan sang calon digugurkan. Selain itu, isu ijazah palsu paket C yang digunakan sebagai syarat administrasi pencalonan Kadus Bun Periye juga turut mencuat akibat anggota pansel yang dinilai tidak jeli dan terkesan asal-asalan menjalankan fungsinya.

Sementara itu, Kades Gemel, Muhamad Ramli, menyampaikan, jika ada pihak yang merasa keberatan dengan hasil Pilkadus dusun Bun Periye tersebut dipersilahkan untuk mengajukan keberatannya bila perlu melakukan gugatan di jalur hukum. Ramli juga berjanji, jika masalah ijazah paket C ilegal yang dipersoalkan, jika terbukti tidak sah atau ilegal maka pihak Desa akan menggelar pansel ulang karena dinilai melanggar prosedur.

“ya kita pansel ulang,” tegas Ramli singkat, dikonfirmasi usai mendengar aspirasi masyarakat dalam hearing, Senin (18/7).

Selaku Kades, lanjutnya, dirinya berusaha netral dan bijak menyikapi aspirasi masyarakat dusun Bun Periye, terutama pihak yang merasa keberatan dengan hasil kinerja pansel.

“Saya selaku kepala Desa selalu menekankan kepada pansel yang saya bentuk, harus disosialisasikan, ditempelkan di tiap masjid, siapapun yang nyalon (Kadus), walaupun cewek, cowok yang penting lengkapi aturan, silahkan,” pungkasnya.

Seperti informasi sebelumnya, Puluhan Warga dusun Bun Periye, desa Gemel, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pendukung calon Kadus, H. Kamarudin, hearing untuk menyampaikan aspirasi, Senin (18/7) pagi. Masyarakat yang juga kelompok “emak-emak” pendukung calon Kadus H. Kamarudin, menolak keputusan pansel yang memenangkan calon Kadus bernama, Mahdi, yang dimenangkan oleh pihak pansel dan Kepala Desa karena dinilai cacat prosedur, sarat rekayasa dan penuh kepentingan.

Penolakan tersebut dilakukan lantaran warga Dusun tersebut kecewa akibat ulah Kades Gemel, Muhammad Ramli, yg diduga “menolak” calon Kadus yang dinilai berprestasi harapan mayoritas masyarakat dusun dengan wilayah 5 RT tersebut. Indikator intervensi kades dinilai terlalu kentara dengan menggugurkan calon Kadus bernama H. Kamarudin pada sesi tes akhir di tahap wawancara yg justru dilakukan oleh Kades sendiri secara terpisah di ruangannya.

Alasan lain kekecewaan masyarakat dusun Bun Periye, yakni, selain Mayoritas masyarakat menolak kepribadian Calon Kadus “pilihan” Kades dan Pansel itu, kualitas Kadus yang diloloskan Kades Gemel itu dinilai cukup rendah, bahkan sekedar operasikan komputer saja dianggap tidak mampu. Selain itu, ijazah calon Kadus yang dinilai sebagai “boneka” yang disiapkan Kades tersebut menggunakan ijazah paket B dan paket C yang diduga ilegal dan tidak terdaftar resmi di pemerintah atau Dinas Pendidikan.

“kami sudah cek di dinas pendidikan, (ijazah) itu tidak terdaftar. Kenapa Pansel tidak jeli,” ungkap tokoh masyarakat, H. Hamdan saat hearing berlangsung.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Jika Ijazah Paket C Calon Kadus Bun Periye Diduga Ilegal, Kades Gemel: Kita Pansel Ulang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel