Hearing Sengketa Pilkadus Di Kantor Desa Gemel Ricuh, Nyaris Baku Hantam Antar Pendukung

 


Lombok Tengah, GL_ Suasana hearing di kantor desa Gemel, kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Senin (19/7) pagi berlangsung ricuh. Sejumlah orang dari dua kubu pendukung calon Kadus nyaris terlibat baku hantam.

Ketegangan bermula saat pendukung dari calon Kadus H. Kamarudin menjelaskan maksud warganya untuk dengar pendapat dengan Kades Gemel, Ramli, serta anggota Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Kadus Dusun Bun Periye. Akibat pemaparan yang memancing keriuhan membuat sejumlah anggota kubu pendukung calon Kadus Mahdi, terpancing emosi dan menggeret salah satu warga pendukung H. Kamarudin keluar dari ruang aula hearing. Nyaris terjadi adu jotos sebelum akhirnya dilerai oleh masyarakat di depan Musholla kantor desa tersebut. Hal tersebut luput dari pantauan aparat kepolisian, Kades dan perangkat desa karena fokus dengan hearing di dalam aula kantor desa.

Pantauan media ini di kantor desa Gemel, suasana tegang terasa sejak awal pertemuan yang berlangsung di aula kantor desa sejak sekitar pukul 09.30 Wita hingga menjelang siang. Disayangkan, pihak Desa dan kepolisian yang dihadiri Kapolsek Jonggat, Iptu Bambang Sutrisno, membiarkan anggota dari kedua kubu pendukung calon Kadus berkumpul dalam satu ruangan. Akibatnya, pertemuan berlangsung tidak fokus dan lebih didominasi oleh saling memancing emosi untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Sementara pihak desa yang diwakili Kades Muhamad Ramli, yang seharusnya mendengar aspirasi warga yang kecewa namun justru terkesan adu argumentasi dengan warga pendukung calon Kadus H. Kamarudin. Kades tetap mempertahankan keputusan untuk memenangkan calon Kadus bernama Mahdi yang diklaim telah dimenangkan melalui prosedur sesuai aturan.

Seperti informasi sebelumnya, Puluhan Warga dusun Bun Periye, desa Gemel, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pendukung calon Kadus, H. Kamarudin, hearing untuk menyampaikan aspirasi, Senin (18/7) pagi. Masyarakat yang juga kelompok “emak-emak” pendukung calon Kadus H. Kamarudin, menolak keputusan pansel yang memenangkan calon Kadus bernama, Hamdi, yang dimenangkan oleh pihak pansel dan Kepala Desa karena dinilai cacat prosedur, sarat rekayasa dan penuh kepentingan.

Penolakan tersebut dilakukan lantaran warga Dusun tersebut kecewa akibat ulah Kades Gemel, Muhammad Ramli, yg diduga “menolak” calon Kadus yang dinilai berprestasi harapan mayoritas masyarakat dusun dengan wilayah 5 RT tersebut. Indikator intervensi kades dinilai terlalu kentara dengan menggugurkan calon Kadus bernama H. Kamarudin pada sesi tes akhir di tahap wawancara yg justru dilakukan oleh Kades sendiri secara terpisah di ruangannya.

Alasan lain kekecewaan masyarakat dusun Bun Periye, yakni, selain Mayoritas masyarakat menolak kepribadian Calon Kadus “pilihan” Kades dan Pansel itu, kualitas Kadus yang diloloskan Kades Gemel itu dinilai cukup rendah, bahkan sekedar operasikan komputer saja dianggap tidak mampu. Selain itu, ijazah calon Kadus yang dinilai sebagai “boneka” yang disiapkan Kades tersebut menggunakan ijazah paket B dan paket C yang diduga ilegal dan tidak terdaftar resmi di pemerintah atau Dinas Pendidikan.

“kami sudah cek di dinas pendidikan, (ijazah) itu tidak terdaftar. Kenapa pansel tidak jeli,” ungkap tokoh masyarakat, H. Hamdan saat hearing berlangsung.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Hearing Sengketa Pilkadus Di Kantor Desa Gemel Ricuh, Nyaris Baku Hantam Antar Pendukung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel