Desa Gemel Kembali Bergejolak, Lantaran Kades dan Pansel Diduga Tidak Netral Selenggarakan Pilkadus Dusun Bun Periye

 


Lombok Tengah,GL_ Puluhan Warga dusun Bun Periye, desa Gemel, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pendukung calon Kadus, H. Kamarudin, sedianya akan menggelar aksi damai, Senin (18/7) pagi. Namun rencana tersebut urung dilakukan akibat surat pemberitahuan ke pihak kepolisian terlambat dilakukan. Akhirnya kegiatan berubah menjadi pertemuan hearing untuk menyampaikan aspirasi. Masyarakat yang juga kelompok “emak-emak” pendukung calon Kadus H. Kamarudin, menolak keputusan pansel yang memenangkan calon Kadus bernama, Mahdi, yang dimenangkan oleh pihak pansel dan Kepala Desa karena dinilai cacat prosedur, sarat rekayasa dan penuh kejanggalan.

Penolakan tersebut dilakukan lantaran warga Dusun tersebut kecewa akibat ulah Kades Gemel, Muhamad Ramli, yg diduga “menolak” calon Kadus yang dinilai berprestasi harapan mayoritas masyarakat dusun dengan wilayah 5 RT tersebut. Indikator intervensi kades dinilai terlalu kentara dengan menggugurkan calon Kadus bernama H. Kamarudin pada sesi tes akhir di tahap wawancara yg justru dilakukan oleh Kades sendiri secara terpisah di ruangannya.

Menurut salah satu anggota pansel yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tes Wawancara tersebut dinilai janggal, tidak terlalu penting dan bisa saja tidak dilakukan karena hanya sekedar formalitas. Namun karena keinginan dari Kades sendiri untuk wawancara langsung akhirnya anggota pansel hanya bisa mengikuti kemauan Kades. Dalam sesi tes wawancara ini dituding awal mula dari gejolak di tengah masyarakat dusun Bun Periye karena dianggap tidak transparan.

Padahal, calon Kadus yang digugurkan melalui tes wawancara oleh Kades tersebut mendominasi hati masyarakat di Dusunnya serta memiliki nilai tertinggi saat tes tulis dan kemahiran dalam mengoperasikan tekhnologi komputer. Namun akhirnya dilengserkan dengan skenario tes wawancara yg diduga sengaja disiapkan dan dilakukan sendiri oleh Kadesnya dan bukan dilakukan oleh anggota team pansel yang dibentuk untuk menjalani fungsinya mensukseskan pemilihan Kadus secara demokratis sesuai aturan.

Alasan lain kekecewaan masyarakat dusun Bun Periye, yakni, selain Mayoritas masyarakat menolak kepribadian Calon Kadus “pilihan” Kades dan Pansel itu, kualitas Kadus yang diloloskan Kades Gemel itu dinilai cukup rendah, bahkan sekedar operasikan komputer saja dianggap tidak mampu. Selain itu, ijazah calon Kadus yang dinilai sebagai “boneka” yang disiapkan Kades tersebut menggunakan ijazah paket B dan paket C yang diduga ilegal dan tidak terdaftar resmi di pemerintah atau Dinas Pendidikan.

Menurut tokoh masyarakat Dusun Bun Periye, H. Hamdan, Permainan dan rekayasa dalam skenario pilkadus tersebut dianggap terlalu kentara, intervensi Kades yg dinilai otoriter, serta penuh dengan trik dan intrik. Kasus pilkadus di Desa tersebut merupakan yg kesekian kali sejak pemerintahan Kades Gemel, Muhamad Ramli yg saat ini masih menjabat. Terakhir terjadi polemik pilkadus jg terjadi di dusun Bilemantik juga di wilayah desa tersebut.

Sementara itu, tokoh pemuda dusun Bun Periye, Sudirman juga menyayangkan sikap kades saat mediasi yang terkesan tidak netral. Kades Muhammad Ramli disayangkan justru adu argumen dengan warga pendukung H. Kamarudin dan terkesan membela mati-matian calon yang diduga sengaja dimenangkan.

“Kami sayangkan sikap Kades yang seharusnya dia bijak menengahi dan bukan berdebat dengan masyarakatnya. Apalagi dibiarkan juga dari kubu sebelah (pendukung calon Kadus Mahdi) masuk di dalam ruangan, di saat pendukung calon Kadus H. Kamarudin ingin hearing dengan cara baik-baik. Kenapa dibiarkan seperti diadu sehingga terkesan saling provokasi,” sesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Kades Gemel, Muhammad Ramli, yang dikonfirmasi usai kegiatan hearing mengatakan, pro kontra dalam pemilihan pemimpin adalah hal yang wajar terjadi. Selaku Kades ungkap Ramli, dirinya harus bertindak bijak dan netral.

“Saya selaku kepala Desa selalu menekankan kepada pansel yang saya bentuk, harus disosialisasikan, ditempelkan di tiap masjid, siapapun yang nyalon (Kadus), walaupun cewek, cowok yang penting lengkapi aturan, silahkan,” pungkasnya.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Desa Gemel Kembali Bergejolak, Lantaran Kades dan Pansel Diduga Tidak Netral Selenggarakan Pilkadus Dusun Bun Periye"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel