Waspada, Para “Perampok” Diduga Berkeliaran di Proyek Pendukung MotoGP Mandalika, Ratusan Milyar Uang Rakyat Jadi Sasaran Empuk (1-Habis)

Mataram, GL_ Proyek pendukung MotoGP Mandalika Lombok Tengah NTB tahap pertama bernilai hampir satu Trilyun rupiah, atau lebih dari 800 milyar rupiah. Dana sebesar itu digunakan untuk menunjang pagelaran Akbar even MotoGP di provinsi NTB yang saat ini menjadi salah satu daerah dengan super prioritas pembangunan. Anggaran bernilai fantastis itu untuk proyek jalan landasan sirkuit MotoGP serta pembangunan jalan bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 km yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN PT. PP (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bersama sejumlah kontraktor lainnya.

Saat ini santer menjadi sorotan yakni proyek pendukung MotoGP Mandalika tahap 2 dengan metode penunjukkan langsung (PL) senilai Rp 576 milyar lebih (sesuai surat menteri PUPR no. KU.01.01-Mn/2445 tanggal 23 Desember 2021 kepada menteri keuangan hal penyesuaian usulan kebutuhan tambahan anggaran TA. 2022).

Perincian proyek tersebut yakni, sekitar Rp 140 milyar untuk pelebaran jalan provinsi Mandalika-Keruak di depan Sirkuit Mandalika sepanjang 5,6 km termasuk pengerjaan landscapenya, Rp 214 milyar untuk pembangunan jalan Baypass BIL-Mandalika tahap 2 sepanjang 17,3 km dengan pekerjaan penghijauan dan penataan taman di sepanjang jalan tersebut. Selain itu, Rp 120 milyar untuk pembangunan pengendali banjir, sebanyak Rp 94 miliar untuk penataan koridor kawasan KEK Mandalika dan sisanya untuk penataan rumah dan bangunan kumuh sebanyak sekitar 54 unit di sepanjang jalan depan Sirkuit MotoGP Mandalika.

Seluruh item proyek tersebut dibagi menjadi empat bidang, yakni bidang Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 120 milyar, bidang Bina Marga sebesar Rp 362 milyar lebih, bidang Cipta Karya sebesar Rp 94 milyar lebih, dan bidang Perumahan dengan pekerjaan penataan rumah swadaya sekitar 54 unit dengan estimasi biaya sebesar Rp 1,5 – 35 juta per rumah.

Dasar penunjukkan langsung (PL) tersebut menggunakan peraturan Presiden (Perpres) no. 116 tahun 2021, tertanggal 31 Desember tahun 2021. Setelah diamati, ternyata hanya sebagian kecil dari proyek-proyek tersebut harus bisa dituntaskan selama 2 bulan yakni hingga pertengahan Maret 2022 mendatang sebelum even MotoGP dimulai. Sisanya akan diselesaikan setelah usai pergelaran akbar even MotoGP Mandalika 2022 itu.

Hal ini disinyalir sebagai bentuk pemborosan (inefisiensi) keuangan negara dan peluang terjadinya praktek kongkalikong atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Padahal jika dilaksanakan dengan proses tender dinilai akan sangat menghemat uang negara sekitar 20-30 persen, atau lebih dari 100 miliar rupiah.

Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) daerah NTB turut menyayangkan mekanisme proyek penunjukkan langsung (PL) pada pekerjaan tersebut. Kendati tidak mempersoalkan mekanisme PL dengan dasar Perpres no 116 tahun 2021 karena alasan even internasional, namun dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan pada proyek-proyek lain dengan nilai fantastis di kemudian hari. Mekanisme perencanaan menjadi pertanyaan, kenapa tidak direncanakan jauh sebelumnya?

“Kenapa perencanaan mendadak. Kenapa tidak sebelumnya. Kan perencanaan sudah ada (jauh sebelumnya). Kenapa sekarang di PL kan. Kalo sekarang bagaimana dengan mutunya?,” pungkas Ketua DPD Gapeksindo NTB, H. Bambang Muntoyo, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa BM itu mengatakan, dirinya tidak terlalu mempersoalkan siapapun perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek tersebut, melainkan menyoroti dari sisi mutu/kualitas akhir dari hasil pekerjaan. Sedikitnya waktu dikhawatirkan membuat pekerjaan berpotensi dikerjakan terburu-buru yang berdampak pada buruknya kualitas.

“Nanti gimana kalau kelabakan, asal-asalan yang penting jadi. Nanti rusak cepat lagi bagaimana? Disayangkan kenapa PL disaat-saat mepet? Itu pertanyaannya,” sesalnya.

BM juga mengkhawatirkan akan timbul preseden buruk terhadap pemerintah jika mekanisme PL kerap digunakan dalam proyek-proyek besar di kemudian hari dan menjadi kebiasaan. “jangan-jangan semua proyek gede (besar) di kemudian hari dibiarkan tunggu dulu. Nanti kita PL kan, nanti jadi kebiasaan,” cetusnya.

Sementara itu, pihak-pihak terkait seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, maupun pihak Dinas PUPR NTB yang ditunjuk sebagai koordinator proyek pendukung MotoGP KEK Mandalika tahap 2 belum bersedia memberikan keterangan ataupun klarifikasi terkait proyek-proyek di pusaran MotoGP Mandalika, meski sudah beberapa kali dimintai kesempatan untuk memberi penjelasan.(GL/Red)

Belum ada Komentar untuk "Waspada, Para “Perampok” Diduga Berkeliaran di Proyek Pendukung MotoGP Mandalika, Ratusan Milyar Uang Rakyat Jadi Sasaran Empuk (1-Habis)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel