Terkait Penolakan Patung Jokowi di Mandalika, Ketua PA 212 NTB: Berarti Jokowi Sudah Mati



Mataram, GL_ Penolakan pemasangan patung presiden Jokowi di pintu masuk sirkuit MotoGP Mandalika turut dikomentari putra daerah asli NTB. Pasalnya, jika mengacu pada kebiasaan, orang yang dibuatkan patung itu adalah orang yang sudah meninggal. Jika patung Jokowi tetap ngotot untuk dipasang meski ditolak, maka itu berarti menganggap presiden Jokowi sudah mati.

“Orangnya dibuatkan patung adalah orang yang sudah mati. Artinya jokowi sudah mati,” ujar putra NTB yang juga ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 NTB, Drs. H. Ikhsan K. Amin. M BA., kepada media ini, Rabu (2/3/2022).

Menurut H. Ikhsan, melihat kebiasaan sosial masyarakat Indonesia atau warga dunia, pemasangan patung-patung yang sudah ada adalah untuk orang yang sudah meninggal untuk mengenang jasa mereka, bukan saat dia masih hidup. Jika dibuat di saat masih hidup itu seolah mendo’akan orang yang masih hidup itu mati.

Ditambahkannya, daripada memaksakan patung presiden Jokowi yang masih hidup agar tetap dipasang di kawasan MotoGP, lebih baik memasang patung Putri Mandalika yang telah lama menjadi ikon masyarakat setempat di wilayah sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Tengah.

“Lebih baik patung Putri Mandalika atau pembalap terkenal yang legendaris dan sudah meninggal,” tutupnya singkat. (GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "Terkait Penolakan Patung Jokowi di Mandalika, Ketua PA 212 NTB: Berarti Jokowi Sudah Mati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel