Pupuk BIOTA, Selain Memberi Garansi Uang Kembali Jika Panen Tak Meningkat, Juga Membuka Pintu Menuju Baitullah Bagi Petani Muslim


Mataram, GL_ Tentu menjadi impian bagi setiap Petani dan Peternak di negeri ini untuk memperoleh hasil panen cepat dan melimpah serta hemat biaya. Selain itu, mayoritas Peternak dan Petani Muslim juga memiliki harapan untuk beribadah haji atau Umrah menuju Baitullah. Sekarang impian Petani dan Peternak Indonesia khususnya di daerah NTB bisa diwujudkan jika menggunakan pupuk organik BIOTA untuk meningkatkan kesejahteraan Petani.

Pupuk organik karya anak bangsa ini kini sudah masuk ke provinsi NTB, yang merupakan salah satu daerah dengan sektor pertanian dan peternakan yang sangat potensial. Pupuk ramah lingkungan ini juga menjanjikan hasil panen melimpah bahkan dengan garansi uang kembali jika hasil panen tidak meningkat. Tentu saja harus di aplikasikan dengan cara yang benar untuk memperoleh hasil maksimal. Pupuk organik BIOTA ini sangat efektif untuk meningkatkan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Direktur utama (Dirut) PT Tunas Harmoni Abadi, produsen pupuk organik BIOTA, Ir. H. Muhammad Ali, dalam berbagai kesempatan Demplot serta panen raya menjelaskan, ada empat keunggulan dari pupuk organik BIOTA ini, yakni ramah lingkungan, hemat biaya maupun tenaga, hasil melimpah, serta mudah penggunaan. Selain itu, diberikan garansi uang kembali 100 persen jika hasil panen terbukti tidak meningkat jika diterapkan dengan cara yang benar. 

Dengan jargon “Bersama Kita Sejahtera”, perusahaan yang di nahkodai Muhammad Ali itu berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan para Petani dan Peternak di negeri ini tidak terkecuali para Petani Peternak di NTB.

Sementara itu, bagi Petani Peternak yang beragama Islam yang menggunakan pupuk BIOTA ini, hanya dengan pembelian 1 Dus (isi 24 botol) seharga Rp 3,6 juta, maka secara otomatis akan mendapat uang muka (DP) umrah sebesar Rp 1,5 juta dan langsung terdaftar sebagai calon peserta umrah. Sisanya bisa dicicil dari hasil panen.

“satu nama hanya untuk satu orang petani, tidak boleh dobel. Langsung kita kasi koper dengan seluruh peralatan Umrah lengkap saat itu juga di awal saat pengambilan pupuk,” ungkap kepala Cabang Distributor pupuk organik BIOTA wilayah NTB, Gusriyadi Abustan, kepada media ini belum lama ini.

Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk di wilayah NTB dan Indonesia dijelaskan Gusriyadi, pihaknya menjamin tidak akan terjadi kelangkaan. Pasalnya, dengan jumlah produksi 5 ribu botol/liter perhari akan mencukupi kebutuhan pupuk untuk petani.


“Saat ini kita mampu produksi 5 ribu botol @liter perhari. Bahkan bisa 10 ribu botol @liter perhari, gampang. InsyaAllah tidak akan langka,” tegas Gusriyadi.

Ditambahkannya, untuk mempermudah distribusi pupuk BIOTA di wilayah NTB, pihaknya telah menyiapkan kantor cabang serta gudang/stokis di wilayah Ampenan kota Mataram. Selain itu, untuk membantu petani, pihak BIOTA group juga siap mengakomodir hasil pertanian dengan membeli hasil panen para petani NTB yang merasa kesulitan menjual hasil-hasil panen mereka.

Selain memiliki 13 kandungan bakteri yang sangat dibutuhkan tanaman, pupuk BIOTA ini juga telah mengandung 50 persen kandungan NPK. Jadi para petani tidak perlu lagi menggunakan pupuk jenis lain apalagi pupuk yang mengandung zat kimia. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang diketahui akan sangat merusak kesuburan tanah. Namun dengan pengaplikasian pupuk BIOTA ini, kandungan bakteri baik di dalamnya justru akan mengurai dan menghancurkan zat-zat kimia di dalam tanah serta mengembalikan kesuburan tanah.

Penggunaan Mudah dan Hemat Biaya

Cara penggunaan pupuk organik BIOTA ini sangat mudah dan sangat menghemat tenaga petani serta biaya. Saat penyemprotan pupuk organik BIOTA bisa langsung dicampur dengan BIOTA fungisida nabati atau BIOTA pestisida, jadi akan menghemat waktu serta tenaga saat penyemprotan tanaman. Waktu penyemprotan pada pagi hari mulai pukul 06.00-10.00, dan untuk sore hari bisa dimulai pukul 15.00-malam.

Selain itu, dari segi biaya pemupukan, dengan menggunakan pupuk BIOTA ini akan sangat hemat. Pengaplikasian untuk satu hektare lahan padi misalnya, hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 1,3 juta sampai masa panen tiba, dengan komposisi 4 botol pupuk BIOTA plus, 3 botol BIOTA fungisida nabati dan 2 botol BIOTA pestisida. Harga pupuk organik BIOTA plus Rp 150 ribu/botol, fungisida nabati Rp 135 ribu/botol, dan BIOTA pestisida Rp 150 ribu/botol.

"Dari informasi di lapangan, rata-rata petani kita menghabiskan Rp 7 juta untuk biaya pemupukan sampai panen. Dengan menggunakan pupuk BIOTA ini sangat menghemat, hanya Rp 1,3 juta sampai panen," beber Gusriyadi.

Selain Untuk Tanaman, Pupuk BIOTA Juga Bisa Untuk Hewan Ternak dan Perikanan

Selain penggunaan untuk tanaman, baik hortikultura (sayur dan buah) serta tanaman keras, pupuk organik BIOTA ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan hasil produktivitas hewan ternak dan perikanan seperti ayam, kambing, sapi, ikan air tawar, dll.

“Mempercepat pertumbuhan, penggemukan dan hasil produksi hewan ternak,” tambah Gusriyadi.

Bukti Keberhasilan Pupuk Organik BIOTA di Beberapa Daerah di Indonesia

1. Panen raya padi di kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan menggunakan pupuk organik BIOTA dari sebelumnya hasil panen hanya 5 ton/Ha meningkat menjadi 8,5 ton/Ha.

2. Penggunaan pupuk organik BIOTA di kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dari hasil padi sebelumnya hanya 3,5 ton/Ha naik menjadi 6 ton/Ha.

3. Di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dengan aplikasi pupuk organik BIOTA dari hasil panen padi sebelumnya hanya 5 ton/Ga bertambah menjadi 8,5 ton/Ha.

4. Sebelumnya hasil panen padi di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, hanya 6 ton/Ha. Setelah menggunakan pupuk organik BIOTA meningkat menjadi 10,4 ton/Ha.

5. Dalam kesempatan panen raya di kabupaten Konawe, Kendari, hasil panen yang sebelumnya hanya 4 ton/Ga meningkat menjadi 7,4 ton/Ha.

6. Di kabupaten Barru, Sulawesi Selatan para petani mendapat hasil panen padi sebanyak 8,5 ton/Ha dari sebelumnya hanya 5 ton/Ha.

7. Di kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, para petani setempat memperoleh hasil panen dari sebelumnya hanya 7 ton/Ha, meningkat menjadi 11,5 ton/Ga.

8. Di Pasuruan Jawa Timur, hasil panen sebelumnya hanya 5 ton/Ha, naik menjadi 7,5 ton/Ha.

9. Petani jagung di Bulukumba, Sulawesi Selatan yang telah menggunakan pupuk organik BIOTA mendapat hasil panen 10,41 ton/Ha. Padahal sebelumnya hanya 6 ton/Ha.

10. Dalam kesempatan panen raya Jagung di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, para petani yang telah menggunakan pupuk organik BIOTA bisa memperoleh hasil 22 ton/Ha dari yang sebelumnya hanya 14 ton/Ha dengan menggunakan pupuk jenis lain.

Masih banyak lagi contoh-contoh keberhasilan para petani di negeri ini yang telah berhasil mendapatkan hasil panen melimpah setelah menggunakan pupuk organik BIOTA. Selain itu, sejauh ini, ratusan petani kita telah berhasil Umrah menuju Baitullah setelah diberangkatkan oleh BIOTA wisata, salah satu perusahaan BIOTA group yang bergerak di bidang perjalanan wisata, haji dan Umrah.

Untuk mempermudah para petani di NTB bisa mendapatkan pupuk organik BIOTA ini, bisa datang langsung ke kantor cabang atau gudangnya di Jalan Arya Banjar Getas (ABG) wilayah Ampenan kota Mataram. Bagi para petani yang ingin mendapat pupuk organik BIOTA di kabupaten Lombok Timur bisa menghubungi distributor wilayah Kabupaten Lombok Timur, bapak Abdul Hanan (Alan), di nomor hotline: 081337380991 (GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "Pupuk BIOTA, Selain Memberi Garansi Uang Kembali Jika Panen Tak Meningkat, Juga Membuka Pintu Menuju Baitullah Bagi Petani Muslim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel