Kadis Dikbud Lotim: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Bawa HP untuk Ujian Online


Lombok Timur, GL_ Sekolah di Lombok Timur (Lotim) provinsi NTB pekan ini telah mulai melaksanakan Ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD). Sekolah pun telah memulai menerapkan PTS berbasis tekhnologi informasi.

Meskipun penerapan PTS online mulai diuji cobakan pada tingkatan SD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Lotim, Dewanto Hadi, menghimbau semua sekolah tidak boleh mewajibkan siswa membawa Handphone (HP).

“Tidak boleh ada kata, anak harus bawa. Fenomena yang begitu, kita tidak perbolehkan,” tegas Dewanto, dijumpai di kantornya, Senin (07/3/2022).

Pihaknya juga telah menekankan agar tidak ada unsur mewajibkan kepada anak untuk pengadaan perangkat ujian sendiri. Sekolah harus memiliki tanggung jawab sesuai kemampuannya untuk menyediakan perangkat bagi siswa.

“Bisa menggunakan perangkat di sekolah. Yang penting tidak memberatkan orang tua. Jangan sampai anaknya menuntut dibelikan HP karena mau mengikuti PTS online,” terangnya.

Bahkan dikatakan Dewanto, Keterbatasan perangkat yang dimiliki sekolah dapat diakali dengan menerapkan sistem shift, atau memulai dari satu kelas terlebih dahulu.

“Karena cepat. Setengah jam sudah selesai. Kalau perangkat belum siap, bisa dimulai dari kelas 4 dulu, kelas 5 dulu, atau kelas 6 dulu,” jelasnya.

Penerapan ujian berbasis tekhnologi ini lanjutnya, harus dimulai di Lotim tanpa harus menunggu jumlah perangkat yang sama dengan jumlah siswa.

“Berapapun kemampuan sekolah. Jangan memaksakan kepada anak,” tegasnya lagi. (GL/Ded)


Belum ada Komentar untuk "Kadis Dikbud Lotim: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Bawa HP untuk Ujian Online"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel