Sudah Ndak Bisa Diambil Sebelum Umur Bau Tanah, Ternyata Uang Jaminan Hari Tua Buruh Mayoritas di Hutang Negara, Pakar Ekonomi Kaget

 


Lombok, GL_ Data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan, jumlah investasi dana Jaminan Hari Tua (JHT) tahun 2021 lalu mencapai Rp 372,5 Triliun atau naik 10,2 persen dari tahun sebelumnya. Sebagian besar ternyata diinvestasikan di dalam Surat Utang Negara (SUN) untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami mengelola (dana JHT) dengan sangat hati-hati dan menempatkan dana pada instrumen investasi dengan risiko yang terukur agar pengembangan optimal,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resmi, yang dilansir di laman CNN Indonesia, Kamis (17/2/2022).

Anggoro menyebutkan, 65 persen dana JHT diinvestasikan pada obligasi dan surat berharga di mana 92 di antaranya merupakan surat utang negara. “Dengan demikian, dapat dikatakan portofolio investasi jaminan hari tua aman dan likuid,” ujarnya.

Pakar ekonomi, Dr. Ir. Rizal Ramli, M.A, menyoroti persoalan tersebut. Seolah terkejut karena dana hari tua para pekerja di negeri ini ternyata juga ditanam pada hutang negara untuk memodali APBN di tengah maraknya dugaan inefisiensi (pemborosan) anggaran negara untuk proyek pembangunan infrastruktur. Tidak jarang juga uang negara melalui APBN itu “dirampok” oleh para koruptor baik di tingkat daerah maupun pusat.

Melalui tangkapan layar resmi Twitter Dr. Rizal Ramli @RamliRizal, mantan menteri koordinator bidang kemaritiman republik Indonesia itu nampak heran.

“Walah ... walah, ternyata mayoritas dana pekerja JHT ditanam di Surat Utang Negara.!,” cetusnya.

Tangkapan layar Twitter Dr. Rizal Ramli

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menetapkan pencairan dana JHT secara penuh baru bisa dilakukan peserta yang berusia 56 tahun mulai 4 Mei 2022 ini. Padahal, pada aturan sebelumnya, manfaat JHT bisa diberikan kepada peserta yang mengundurkan diri dan dibayarkan secara tunai setelah melewati masa tunggu satu bulan.

Kalangan buruh menolak perubahan itu karena dinilai memberatkan. Sebagai bentuk penolakan, mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Rabu (16/2/2022) lalu.(GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Sudah Ndak Bisa Diambil Sebelum Umur Bau Tanah, Ternyata Uang Jaminan Hari Tua Buruh Mayoritas di Hutang Negara, Pakar Ekonomi Kaget"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel