Terkait Siswa SD Yang Tidak Dikasi Sekolah di Lombok Tengah Karena Menolak Divaksin, Begini Tanggapan Pemerintah

Kadis Pendidikan Lombok Tengah, H. Lalu Hilmawan

Lombok Tengah, GL_ Tindakan pihak sekolah SDN 1 Puyung, kabupaten Lombok Tengah (Loteng) NTB, belum lama ini yang terkesan mengintimidasi dan memaksa siswa siswinya yang menolak untuk disuntik vaksin untuk mencegah penularan virus Corona untuk anak usia 6-11 tahun sempat mendapat protes keras dari pihak orang tua wali murid. Pasalnya, orang tua wali murid yang tidak setuju anaknya disuntik vaksin maka pihak sekolah tidak mengijinkan semua peserta didik masuk sekolah.

Selain itu, sekolah juga diduga mengancam muridnya yang menolak divaksin tidak akan mendapat sejumlah bantuan pendidikan dari pemerintah.

Mengetahui hal itu, pemerintah daerah (Pemda) Lombok Tengah melalui Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, H. Lalu Hilmawan, berjanji akan segera membuat edaran kepada seluruh sekolah di Lombok Tengah agar seluruh siswa siswi tetap bisa sekolah dan mendapat pendidikan.

“Semua peserta didik harus diberi layanan pendidikan,” ungkap Hilmawan, ketika dikonfirmasi media ini via Pesan WhatsApp nya, Rabu (12/1/2022).

Kendati demikian, Hilmawan juga tetap menghimbau agar semua orang tua wali murid setuju anaknya diberi suntikan vaksin untuk mencegah penularan virus Corona.

“Pemerintah melalui Disdik berharap agar wali murid memberikan ijin putra putrinya utk di imunisasi covid 19 agar terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity),” imbunya.(GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "Terkait Siswa SD Yang Tidak Dikasi Sekolah di Lombok Tengah Karena Menolak Divaksin, Begini Tanggapan Pemerintah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel