Selain Tak Berijin, Begini Penyebab Masjid Ponpes Assunnah Dibakar Warga Menurut Bupati Lotim

 

Bupati Lombok Timur, M. Sukiman Azmy

Lombok Timur, GL_ Insiden penyerangan dan pengerusakan Markaz Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah Bagek Nyaka, kecamatan Aikmel, kabupaten Lombok Timur (Lotim), Minggu (2/1/2022) dini hari yang menyebabkan sebuah masjid dibakar ratusan orang tak dikenal sempat menggemparkan masyarakat pulau Lombok-NTB.

Kendati tragedi yang telah menyebabkan 6 unit mobil dan 7 sepeda motor rusak dan terbakar tersebut kini ditangani polisi, penyebabnya mulai terkuak sedikit demi sedikit. Pemerintah daerah (Pemda) Lotim mulai buka suara.

Menurut Bupati Lotim, M. Sukiman Azmy, masjid yang dibakar massa itu sempat ditolak proses pembangunannya oleh warga sekitar. Karena di lokasi sekitar wilayah itu sudah ada lima masjid berdiri yang jaraknya sudah berdekatan. Karena itu dari pihak Pemda bersama Forkompinda tidak memberikan ijin untuk membangun Masjid di lokasi itu untuk menghindari gesekan di tengah-tengah masyarakat.

“Padahal tempat itu adalah (lokasi) pihak (komunitas) lain, dan jama’ah Assunnah di tempat itu tidak seberapa banyak. Hal itu mendapat protes dan reaksi masyarakat, demo-demo, yang ingin merusak, membakar masjid itu,” ungkap Bupati, dalam tayangan apa kabar Indonesia pagi TV One, Senin (3/1/2022).

Dilanjutkan Sukiman, setelah pihak Pemda mengeluarkan instruksi untuk menghentikan pembangunan Masjid itu situasi sempat reda dan kondusif. Namun tidak berselang lama rencana pembangunan Masjid itu ternyata dilanjutkan kembali. Hal ini kembali menimbulkan keresahan dan emosi masyarakat.

Video ceramah yang viral berisi dugaan ujaran kebencian yang diduga melecehkan makam-makam leluhur yang dikeramatkan masyarakat Lombok dengan menyebut “makam tain acong” (makam kotoran anjing) menjadi pemicu emosi warga sehingga terjadinya peristiwa penyerangan dan pengerusakan.

Sukiman menghimbau, agar semua pihak menjaga kondusifitas daerah. Selain itu, orang nomor satu di Lotim itu berpesan, agar dalam berdakwah itu mengutamakan kesantunan, tidak menghujat, dan tidak menghina orang lain.

“Selama ini komunitas Muslim yang ada di Lombok Timur selalu aman berdampingan, tidak menganggap diri paling baik, paling bersih, sedangkan komunitas lain tidak dianggap seperti mereka. Maka hal itu menjadi pemicu masalah-masalah yang terjadi saat ini,” tutup Sukiman.(GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "Selain Tak Berijin, Begini Penyebab Masjid Ponpes Assunnah Dibakar Warga Menurut Bupati Lotim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel