Rocky Gerung Dukung Habib Bahar: Pikiran Kekuasaan Harus Ada Yang Menentang

Jakarta, GL_ Polemik Habib Bahar bin Smith dengan sejumlah laporan terhadap dirinya terkait kritiknya terhadap ucapan KSAD, Jenderal Dudung Abdurachman, tentang “Tuhan bukan orang Arab”, terus bergulir. Habib Bahar dituding melontarkan ujaran kebencian.

Polemik tersebut disinyalir semakin diperkeruh pasca kedatangan seorang oknum perwira TNI berpangkat Jenderal bintang satu (Brigjen), tidak berselang lama pasca Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin, Bogor, yang dibina Habib Bahar, diteror potongan kepala anjing bersimbah darah serta balok kayu. Banyak yang mendukung Habib Bahar, kendati tidak sedikit yang menentang.

Pengamat Politik, Rocky Gerung, adalah salah satu tokoh yang membela sang Pendakwah itu. Ucapan yang dilontarkan Habib Bahar menurut Rocky, sah-sah saja sebagai warga di negara demokrasi seperti Indonesia. Ia berharap semua pihak bisa menghormati Habib Bahar bin Smith. Menurutnya, justru Presiden seperti Jokowi akan menjadi otoritarianisme apabila terus dipuji-puji.

“Habib Bahar berhak untuk, bahkan menghujat. Nah itu yang ingin kita mintakan perlindungan,” tegas Rocky, dalam video kanal YouTube Refly Harun, pada Sabtu (1/1/ 2022), serta laman Law Justice.

Ucapan yang berbeda serta menentang pikiran Kekuasaan menurut Rocky, adalah nilai utama demokrasi. “Karena Habib Bahar hanya bicara, dia nggak melakukan kegiatan makar. Dia mengucapkan sesuatu yang berbeda dengan pemerintah. Itu justru nilai utama demokrasi,” lanjutnya.

Dijelaskannya, bahwa demokrasi seharusnya dipelihara dalam kondisi banyaknya perbedaan, bukan kesepakatan. Sayangnya hal ini dinilai tidak dipahami oleh rezim yang berkuasa saat ini.

Selain itu, Rocky juga meminta agar Kapolri bisa memahami bahwa Indonesia bisa diselamatkan dengan perbedaan pendapat. “Kalau nggak ada perbedaan pikiran, itu artinya nggak ada demokrasi. Jadi hal yang paling elementer dalam demokrasi adalah berbeda pikiran,” pungkas Rocky.

Ia lantas menegaskan bahwa sebuah pikiran, utamanya pikiran penguasa, harus ada yang menentang. “Kenapa? Karena pikiran hanya disebut pikiran kalau ada yang menentangnya. Nah pikiran kekuasaan pasti harus ada yang menentang,” tegasnya. (Red)


Belum ada Komentar untuk "Rocky Gerung Dukung Habib Bahar: Pikiran Kekuasaan Harus Ada Yang Menentang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel