Ratusan Orang Serang Pondok Pesantren di Lombok Timur, Masjid, Mobil dan Motor Dibakar, Polda NTB Makin Serius

 

Lombok Timur, GL_ Sebuah bangunan masjid yang masih dalam proses pembangunan di Markaz Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah Bagek Nyaka, kecamatan Aikmel, kabupaten Lombok Timur (Lotim) NTB, dibakar ratusan orang tak dikenal. Para pelaku juga membawa senjata tajam golok, bercadar dan mengenakan ikat kepala putih.

Serangan pengerusakan itu terjadi pada Minggu (2/1/2022) dini hari sekitar pukul 02.15 waktu setempat. Sedikitnya 6 unit mobil dan 7 sepeda motor dirusak dan dibakar. Selain itu satu buah HP, dan sejumlah radio Orari juga diduga hilang diambil para pelaku pengerusakan.

Insiden yang disinyalir sebagai upaya fitnah dan memecah umat Islam tersebut terjadi akibat vitalnya video ceramah yang berisi konten dugaan ujaran kebencian. Padahal ceramah di dalam video tersebut menurut sang penceramah, ustadz Mizan Qudsiah, LC., MA., dalam video klarifikasinya, terjadi pada tahun 2020 lalu.

Namun disayangkan olehnya, video tersebut justru di sebarluaskan dan dipotong sehingga terkesan ujaran kebencian. Selain itu menurut Mizan, dirinya tidak bermaksud menghinakan atau menjelekkan makam-makam yang dikeramatkan masyarakat pulau Lombok, melainkan Ia menyebut peristiwa dan mengutip ungkapan tokoh agama sebelumnya, TGH. Mahsun Belencong.

Akibat potongan video ceramah yang menuai kontroversi itu, sejumlah kelompok warga bereaksi. Mulai dari turun jalan untuk menggelar aksi damai hingga melayangkan laporan polisi.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Sutiyono, memastikan kasus dugaan pengerusakan dan ujaran kebencian tersebut akan ditangani pihaknya secara proporsional dan profesional. Herman menghimbau agar masyarakat jangan cepat terpancing emosi dan agar tetap menjaga kondusifitas daerah.

Sementara pihak mapolda NTB, melalui Kabid Humas, Kombespol Artanto, menyebutkan, pihak Polda NTB tetap akan menjadi atensi untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut. Bagi warga yang turun aksi, Artanto menghimbau agar masyarakat tetap damai dan menjaga keamanan dan ketertiban.

“Silahkan demo yang tertib. Masalah tersebut menjadi atensi Kapolda untuk ungkap kasus tersebut,” imbuhnya, Senin (3/1/2022).

Artanto juga menegaskan, jika Polda NTB akan serius mengungkap insiden penyerangan serta video viral yang menyulut emosi warga daerah dengan julukan pulau seribu Masjid tersebut.

“Polda NTB serius untuk menyelidiki kasus potongan video tersebut, siapa pembuatnya.. maksud dan tujuannya.. nanti akan terungkap dari hasil penyelidikan,” tutup Artanto. (GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "Ratusan Orang Serang Pondok Pesantren di Lombok Timur, Masjid, Mobil dan Motor Dibakar, Polda NTB Makin Serius"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel