Polisi Bergerak Cepat, Kasus Ujaran Kebencian dan Pengerusakan Ponpes di Lotim Masuk Tahap Penyidikan

Kapolres Lotim, AKBP Herman Sutiyono, SIK., MH.

Lombok Timur, GL_ Menyikapi kasus dugaan penyerangan dan pengerusakan Ponpes As-sunnah Bagek Nyaka, kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim), Polda NTB dan jajarannya, Polres Lotim bergerak cepat mengungkap insiden buntut Ceramah “makam tain acong” tersebut. Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono, langsung menggelar pertemuan dengan para tokoh agama serta menerjunkan pasukannya melakukan penyelidikan. Bahkan, kasus insiden pengerusakan dan dugaan ujaran kebencian tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan.

 Hal itu disampaikan Kapolres kepada awak media usai silaturrahmi dengan tokoh agama Lombok Timur, Senin (03/01). Herman menerangkan, sejumlah elemen masyarakat telah datang ke Polres Lotim dan Polda NTB untuk melaporkan ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh seorang oknum tokoh agama.

“Kami dari Kepolisian, baik dari Polda NTB maupun Polres Lotim menindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan. Dan hari ini sudah masuk tahap penyidikan,” terang Kapolres. Penyidikan dilakukan bersama-sama antara Satreskrim Polres Lotim dan Ditkrimsus Subdit Cyber Polda NTB.

Dua kasus yang terjadi menjadi fokus Kepolisian saat ini, yaitu pengerusakan di Ponpes As-Sunnah dan ujaran kebencian yang tersebar melalui video yang viral belakangan ini. Herman menjelaskan, pelaku pemotong dan penyebar video menjadi target Kepolisian. Ustadz MQ (Mizan Qudsiah) pun tak luput dari proses pemeriksaan tim penyidik. Herman juga membenarkan bahwa saat ini Ustadz MQ telah diamankan di Mapolda NTB.

“Saksi sudah diperiksa. Untuk detailnya ada di tim penyidik. Semua tim sedang bekerja di lapangan. Baik dari pengerusakan maupun ujaran kebencian,” tuturnya

Barang bukti yang telah diamankan Polisi yakni, video ceramah versi pendek, dan versi panjang yang sempat menghebohkan tersebut. Sedangkan untuk kasus pengerusakan berupa barang bukti yang ditemukan di TKP.

Herman berharap agar masyarakat mempercayakan proses hukum kepada pihak Kepolisian. Ia juga berharap, para tokoh agama ikut menyampaikan untuk menjaga situasi daerah yang aman dan kondusif.

Sedangkan dalam pertemuan dengan para tokoh agama yang digelar Senin (3/1/2022) pagi itu, telah menelurkan 7 komitmen untuk hidup berdampingan demi menjaga kedamaian di Lotim.

“Para tokoh yang hadir diharapkan dapat meredam, menyampaikan apa yang kita sepakati tadi,” harapnya. (GL/Ded)


Belum ada Komentar untuk "Polisi Bergerak Cepat, Kasus Ujaran Kebencian dan Pengerusakan Ponpes di Lotim Masuk Tahap Penyidikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel