NTB Harus Belajar, Ribuan Nyawa di Negeri ini Melayang Akibat Konflik-Konflik Semacam Ini



Gemalombok.com_ Provinsi NTB beberapa waktu terakhir ini tengah dilanda isu konflik berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Terlebih, di awal Januari 2022 lalu, insiden penyerangan dan pengerusakan Pondok Pesantren (Ponpes) dan Masjid di Kabupaten Lombok Timur yang disinyalir dipicu oleh video ceramah oknum tokoh agama yang dianggap melecehkan makam-makam leluhur masyarakat Lombok.

Jika tidak segera disikapi dengan cepat dan tepat maka isu konflik itu dikhawatirkan akan semakin meluas dengan pemicu yang bisa saja hal sepele. Selain itu, konflik tersebut sangat berpotensi menghambat program pembangunan dan iklim investasi di daerah berpenduduk mayoritas Muslim ini.

Sepanjang Indonesia merdeka, ribuan nyawa Indonesia telah melayang akibat konflik yang terjadi di sejumlah daerah. Konflik di negeri ini terjadi bukan hanya karena perselisihan politik. Konflik kelompok, suku, budaya dan agama dinilai penyumbang korban jiwa terbesar. 11 dari 15 konflik besar yang terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa masyarakat disebabkan karena ketidakadilan.

“Dari pengalaman kita berbangsa selama 77 tahun, kita memahami bahwa setidak-tidaknya ada 15 konflik besar melanda negeri ini yang menyebabkan munculnya korban seribu orang di atasnya. Dari 15 konflik itu, 11 karena ketidakadilan, yakni ketidakadilan sosial, politik, dan ekonomi,” ungkap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), dilansir dari ANTARA, Sabtu (15/1/2022).

JK mencontohkan, dari 11 konflik besar akibat ketidakadilan itu adalah seperti yang terjadi di Aceh. Ia menilai, konflik Aceh itu mencuat akibat munculnya rasa ketidakadilan ekonomi di dalam diri masyarakatnya.

“Aceh sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang berlimpah, namun kekayaan itu belum bisa memberikan kemakmuran ekonomi secara merata kepada masyarakatnya,” sebutnya, sembari mengingatkan jika persoalan ketidakadilan di Tanah Air perlu segera dituntaskan.

Di dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dijelaskannya, kata ‘Adil’ dimuat dalam dua sila. Yakni sila kedua dan ke lima, yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab” serta “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dua sila itu memberikan nuansa bahwa keadilan adalah upaya yang harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan.

“Meskipun adil dan maju itu tidak mudah untuk diwujudkan, tetapi harus dilakukan,” tegas JK.

Dalam diskusi yang juga rangkaian Dies Natalis ke-24 Universitas Paramadina itu, JK mengatakan, upaya mewujudkan keadilan dan kemajuan perlu didukung manajemen pemerintahan yang baik serta perbaikan di bidang ekonomi dan sosial.

“Bidang ekonomi dan sosial bisa meningkatkan kemakmuran sehingga mewujudkan keadilan,” pungkas JK. (GL/Red)


Belum ada Komentar untuk "NTB Harus Belajar, Ribuan Nyawa di Negeri ini Melayang Akibat Konflik-Konflik Semacam Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel