Gempar, Ceramah “Kuburan Tain Acong” Gegerkan Pulau Lombok, Berbuntut Penyerangan Pondok Pesantren

Ilustrasi

Lombok Timur, GL_ Masyarakat pulau Lombok NTB dibuat gaduh diduga akibat beredarnya video ceramah yang viral terkait oknum penceramah bernama Ustadz Mizan Qudsiah, LC , MA., di kabupaten Lombok Timur (Lotim), beberapa waktu lalu. Isi ceramah tersebut membahas tentang ziarah makam. Melalui video yang viral di media sosial baru-baru ini menyebabkan ketersinggungan hingga berujung laporan polisi oleh warga dan kelompok masyarakat yang menamakan dirinya LSM Kasta NTB.

Selain itu, Markaz Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah, desa Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lotim, yang disinyalir merupakan lokasi ceramah itu turut diserang puluhan orang tak dikenal, Minggu (2/2/2022) dini hari. Sedikitnya, 6 unit mobil dan 7 sepeda motor dirusak dan dibakar.

“Tidak sampai 100 orang yang melakukan penyerangan. Mungkin sekitar 30-40 orang,” ungkap Irwandi, security ponpes Assunnah, dilansir Selaparang news.

Para pelaku diungkapkan Irwandi, rata-rata membawa golok, mengenakan cadar, dan ikat kepala putih. Para penyerang datang dari arah timur dan langsung melakukan perusakan. Satu buah HP dan sejumlah radio Orari hilang. Diduga diambil para pelaku penyerangan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisan terkait peristiwa penyerangan Pondok Pesantren (Ponpes) Assunnah yang terjadi Minggu dini hari, sekitar pukul 02.15 waktu setempat itu.

Di laman media Facebook juga beredar bukti laporan polisi oleh warga dan LSM. Salah satunya surat tanda bukti laporan polisi bernomor: TBL/220/I/2022/ Ditreskrimsus Polda NTB, tertanggal 2 Januari 2022 atas nama Harmain Bahrain, warga Sekarbele kota Mataram.

Ternyata, isi video viral yang diduga menyulut ketersinggungan itu yakni terkait ungkapan “makam tain acong”. Kata ‘tain Acong' itu dalam bahasa Sasak Lombok berarti kotoran anjing atau benda najis yang keluar dari dubur anjing.

Sang penceramah tersebut mengulas tentang ziarah makam berdasarkan sejumlah dalil yang menurutnya tertuang dalam ajaran Islam. Sejumlah makam yang melekat di hati masyarakat Lombok khususnya, yang kerap diziarahi disebut-sebut. Mulai dari makam Selaparang, Bintaro, Sekarbele, dan sejumlah makam lainnya, termasuk menyebut “kuburan tain acong”, dan kata “keramat tain acong” (kotoran anjing).

Hal ini diduga penyebab ketersinggungan masyarakat Daerah berjuluk pulau seribu masjid tersebut.

Pasca terjadi insiden penyerangan ponpes Assunnah desa Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel itu, beredar video klarifikasi dari ustadz Mizan Qudsiah. Ia mengklarifikasi kehebohan yang dinilai sebagai fitnah terhadap agama Islam dan Ulama tersebut.

Berikut penjelasan klarifikasinya. Pertama, menurutnya, kerancuan dan keributan di tengah-tengah masyarakat itu akibat pemotongan video ceramah dari orang yang tidak bertanggung jawab. Dikatakan Ust. Mizan, Pengajian tersebut terjadi di daerah Dasan bantek tahun 2020 lalu.

Kedua, pernyataan tentang makam atau “kuburan tain acong“ itu menukil (mengutip) pernyataan dari salah satu tokoh agama wilayah Belencong, bernama Tuan Guru (TGH.) Mahsun. “Tidak ada niat sama sekali untuk menghina,” tandas ust. Mizan dalam klarifikasinya itu.

Dikatakannya lagi, banyak orang resah, banyak orang marah karena pemotongan video ceramah itu. “Wajar mereka marah karena pemotongan video itu terkesan seolah-olah kita menjelekkan (menghina), padahal kita menyebut peristiwa,” tandasnya.

Diakhir video klarifikasi, sang Ustadz juga meminta maaf jika terjadi kesalahan yang menyebabkan kehebohan di tengah-tengah masyarakat itu.

“Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dimaklumi, dan kita minta maaf sekiranya ada tutur kata yang salah karena kita ini tidak lepas dari kesalahan,” tutupnya. (GL/Red).


Belum ada Komentar untuk "Gempar, Ceramah “Kuburan Tain Acong” Gegerkan Pulau Lombok, Berbuntut Penyerangan Pondok Pesantren"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel