Baru Seminggu Terdaftar BPJamsostek, Nelayan Tanjung Luar Dapat Santunan Kematian, Jumlahnya Jadi Sorotan



Lombok Timur, GL_ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Lombok Timur (Lotim) provinsi NTB menyerahkan santunan meninggal dunia kepada nelayan Tanjung Luar, Senin (31/1/2022). Penerima santunan yakni keluarga almarhum Sulaiman, seorang Nelayan yang meninggal dunia karena sakit pada 17 November 2021 lalu.

Almarhum telah terdaftar di BPJamsostek sejak tanggal 09 November di tahun yang sama. Artinya, meskipun baru terdaftar sekitar satu minggu, ahli waris almarhum berhak menerima santunan sebesar Rp 42 juta dari BPJamsostek.

Penyerahan santunan dilakukan di Aula Kantor Desa Tanjung Luar oleh BPJamsostek bersama Bank NTB kepada ahli waris, Serina yang merupakan istri dari almarhum.

Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Akbar Ismail, menjelaskan, almarhum Sulaiman terdaftar sebagai peserta BPJamsostek karena termasuk sebagai penerima program CSR dari Bank NTB. Di Desa Tanjung Luar sendiri, telah terdaftar sekitar 1000 Nelayan sebagai peserta BPJamsostek.

“Anggaran dari CSR Bank NTB Syariah. Manfaat yang didapatkan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada nelayan,” terangnya.

Dijelaskannya, apabila telah tergabung selama tiga tahun, manfaat yang didapatkan bukan hanya JKK dan JKM, namun juga beasiswa hingga perguruan tinggi bagi dua orang anak peserta BPJamsostek yang meninggal dunia.

“Kalau almarhum terdaftarnya sudah tiga tahun, secara otomatis dua orang anaknya berhak mendapat beasiswa pendidikan sampai kuliah”, jelasnya.

Sementara itu Direktur Dana dan Jasa Bank NTB Syariah, Nurul Hadi, mengatakan, CSR dari Bank berupa subsidi premi kepesertaan BPJamsostek selama 2 bulan. Selanjutnya diharapkan masyarakat dapat meneruskan secara mandiri pembayaran premi pada bulan ketiga dan seterusnya.

“Sekitar Rp 300 juta kita alokasikan untuk kepesertaan BPJamsostek. Sedangkan untuk nelayan di Lombok Timur, yang telah kita subsidi sekitar 5000 nelayan,” bebernya. Selain nelayan, lanjut Hadi, anggaran tersebut juga untuk mensubsidi profesi lain yang berpenghasilan rendah.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Tanjung Luar, Mukti Ali sangat mengapresiasi manfaat yang didapatkan dari BPJamsostek. Mengingat rentannya nelayan mengalami kecelakaan kerja dalam aktifitasnya.

“Nyaris setiap minggu ada kecelakaan laut yang menyebabkan harus dirawat. Bahkan banyak yang terpaksa hanya perawatan di rumah,” tuturnya. Menurutnya, hampir setiap tahun selalu ada (Nelayan) yang meninggal karena kecelakaan di laut.

Program pada BPJamsostek ini sejalan dengan langkah pemerintah desa (Pemdes) Tanjung Luar sendiri menggunakan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk menyantuni ahli waris korban kecelakaan maut.

“PADes kita gunakan untuk menyantuni yang mengalami kecelakaan laut. Masyarakat yang tidak mampu kita berikan santunan mulai dari Rp 250 ribu – Rp 1 juta,” ungkapnya.

Kades berharap agar ada agen BPJamsotek yang ditempatkan di Desa Tanjung Luar untuk mempermudah layanan kepada nelayan yang ingin mendaftar sebagai peserta. (GL/Ded)


Belum ada Komentar untuk "Baru Seminggu Terdaftar BPJamsostek, Nelayan Tanjung Luar Dapat Santunan Kematian, Jumlahnya Jadi Sorotan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel