Pelaku Pariwisata Senggigi Resah Dengan Even MotoGP di Lombok Tengah, ini Sebabnya

Lombok Barat, GL_ Perhelatan Akbar MotoGP tahun 2021 di Lombok NTB saat ini bisa dibilang telah “menghipnotis” hampir seluruh mata rakyat Indonesia bahkan dunia untuk menyorot even kelas dunia tersebut. Suatu kehormatan dan kebanggan tersendiri bagi daerah NTB yang dipercaya sebagai tuan rumah ajang bergengsi berskala internasional itu.

Diharapkan gawe besar itu mampu memberi dampak signifikan terhadap pembangunan provinsi NTB di semua sektor, tidak terkecuali sektor pariwisata yang saat ini kecipratan rejeki dengan melonjaknya tingkat hunian hotel dan jenis akomodasi lainnya.

Kendati even MotoGP yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah itu memberi dampak positif terhadap angka kunjungan wisatawan, namun ternyata juga memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku wisata di Senggigi Lombok Barat. Pasalnya, sejumlah alasan mendasar kenapa para pelaku wisata Senggigi merasa khawatir mengingat kondisi objek wisata yang sebelumnya cukup populer itu kini dinilai memprihatinkan.

“kalo kondisi seperti ini bisa-bisa kita (Senggigi) hanya dapat sisa-sisa (tamu motoGP)”, tutur Jun, salah satu pelaku wisata Senggigi kepada media ini, Jumat (19/11/2021). Pria yang telah puluhan tahun berkecimpung di pariwisata Senggigi itu juga menyayangkan kondisi kebersihan Senggigi yang masih kotor.

Selain itu tambahnya, kondisi jalan trotoar Senggigi belum indah dan rapi, lapak pedagang tidak teratur dan masih meninggalkan kesan kumuh akibat kurang ditata.

Jun mengaku bersyukur dengan situasi keamanan Senggigi sejauh ini, meski dengan lampu penerangan minim di malam hari. Terlebih saat ini di beberapa titik jalan yang terdapat tebing pinggir laut masih terdapat proyek yang belum rampung akibat longsor. Hal ini dikhawatirkan akan berbahaya bagi wisatawan pengguna jalan, terutama di malam hari dengan minimnya penerangan jalan.

“apalagi dari Kerandangan trus keutara itu masih banyak yang gelap ndak ada lampu. Kurang-kurang (keberanian) takut orang lewat,” ungkapnya.

Menurutnya, Senggigi saat ini sangat membutuhkan keseriusan pemerintah untuk melakukan penataan. “Lapak pedagang kaki lima seharusnya bongkar pasang dan punya waktu-waktu untuk berjualan. Jadi ndak mengganggu jalan dan ndak merusak keindahan Senggigi,” tandasnya.

Jika melihat kondisi Senggigi saat ini tegas Jun, Ia khawatir objek wisata kebanggaan Kabupaten Lombok Barat itu hanya menjadi tempat persinggahan (transit) sementara untuk menuju ke objek wisata tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) dan objek wisata lainnya. Tidak banyak fasilitas dan pertunjukan yang bisa dipertontonkan kepada tamu sehingga bisa membuat mereka betah tinggal di Senggigi. Terutama hiburan kesenian tradisional seperti Tarian Gendang Beleq, Peresean, dll., nyaris tidak pernah dipertunjukkan.

“Sekarang ini hiburan diskotik, karaoke, cafe, itu yang bikin masih rame, terutama tamu-tamu orang kita (lokal) yang datang ke tempat-tempat itu. Kalo Ndak ada itu, Senggigi mati,” tuturnya.

Seperti diketahui, sirkuit MotoGP yang bernama Pertamina Mandalika Internasional Street Cirkuit itu berlokasi di objek wisata KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Sementara objek wisata Senggigi berada di kabupaten Lombok Barat. Jarak tempuh dari Senggigi ke lokasi sirkuit MotoGP sekitar 75 km dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan darat. (GL9)


Belum ada Komentar untuk "Pelaku Pariwisata Senggigi Resah Dengan Even MotoGP di Lombok Tengah, ini Sebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel