Peserta Mandiri Jamsostek dan Perusahaan di Lotim Rendah, Siap-Siap Berurusan Dengan Kejaksaan


Akbar Ismail, Kacab BPJamsostek Lombok Timur

Lombok Timur, GL_ Peserta mandiri pada Badan Penyelenggara Jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJamsostek) Lombok Timur (Lotim) terbilang masih rendah. Hal itu terlihat dari jumlah peserta mandiri BPJamsostek yang aktif hingga Oktober (2021) ini sekitar 2.400 orang. Rendahnya kesadaran kepesertaan BPJamsostek juga terjadi pada penerima upah. Lebih dari 500 ribu angkatan kerja di Lotim, yang aktif sebagai peserta sangat minim, yakni kurang dari lima persen.

“Yang mandiri ini, selama tiga bulan nunggak bayaran otomatis non-aktif sebagai peserta. Jadi, posisi selalu berubah setiap bulannya,” terang Kepala Cabang BPJamsostek Lombok Timur, Akbar Ismail, Kamis (28/10).

Padahal berbagai jenis profesi bisa didaftarkan sebagai peserta mandiri di BPJamsostek. Misalkan seperti petani, nelayan, pedagang, dan lain-lain.

Keunggulan lain yang ditawarkan BPJamsostek bagi peserta mandiri dapat mendaftakan dua jenis pekerjaan sekaligus tanpa mengurangi manfaat yang didapatkan.

“Misalkan kawan-kawan wartawan juga berdagang, bisa langsung tercover profesi sebagai jurnalis dan pedagang. Sehingga saat terjadi resiko, pertanggungannya di dua bidang itu,” terangnya.

Dicontohkannya, besaran santunan kematian yang diberikan 48 kali gaji yang didaftakan di BPJamsostek. Sedangkan fasilitas perawatan bagi kecelakaan kerja diberikan layanan kelas I di fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerjasama dengan BPJamsostek. Sedangkan layanan di faskes yang tidak bekerjasama dengan BPJamsostek, mendapat penggantian uang perawatan 100%.

Akbar juga sangat menyayangkan, rendahnya kesadaran kepesertaan BPJamsostek ini tidak hanya pada pekerja mandiri. Hal ini juga terjadi pada penerima upah, lantaran banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya sebagai pekerja BPJamsostek. Saat ini, baru terdaftar sekitar 14.000 penerima upah yang terdaftar di BPJamsostek. Padahal dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJamsostek, perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJamsostek.

“Menurut data Badan Pencatatan Statistik (BPS), sekitar 535 ribu masyarakat Lotim itu merupakan angkatan kerja, sementara yang aktif menjadi peserta BPJamsostek sekitar 16 ribu orang,” rincinya.

Pihaknya pun telah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) Lotim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menggenjot kesadaran perusahaan.

“Kita akan tindaklanjuti bersama Disnakertrans Lotim dengan berkunjung atau memberikan surat. Kalau masih belum terdaftar juga, maka kita serahkan ke Kejaksaan,” tekannya. (GL/Ded)


Belum ada Komentar untuk "Peserta Mandiri Jamsostek dan Perusahaan di Lotim Rendah, Siap-Siap Berurusan Dengan Kejaksaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel