Jenuh Seperti Ayam Kehilangan Induk, Warga Desa Gemel Berinisiatif Pilih Pemimpin Sendiri Dengan Cara Ini

Lombok Tengah, GL_ Hampir satu tahun, warga Dusun Bile Mantik, Desa Gemel, kabupaten Lombok Tengah, NTB dipimpin oleh pejabat sementara pelaksana tugas (PLT). Tepatnya, sejak sekitar 8 bulan lalu (Januari 2021), jabatan Kepala Dusun (Kadus) kosong pasca pejabat sebelumnya diberhentikan Karena tersangkut masalah. Janji kepala Desa (Kades) Gemel, M. Ramli, untuk memenuhi harapan warga Dusun tersebut untuk memiliki Kadus akan direalisasikan paling telat 3 bulan, namun hingga kini terkesan hanya isapan jempol belaka.

Bak ayam kehilangan induk, masyarakat Dusun yang mengaku cukup resah, jenuh, dan bingung karena belum memiliki Kadus definitif itu, akhirnya dengan dibantu sejumlah pemuda dan relawan berinisiatif membantu pemerintah mewujudkan harapan warga Dusun tersebut memiliki Kadus sesegera mungkin.

“Banyak masalah di Dusun kami yang tidak bisa selesai. Kami butuh Kadus segera. Urusan pernikahan, data dan informasi dari desa tidak pernah jelas, sampai warga kami 3 orang positif covid-19 sampai sekarang tidak dapat bantuan’” keluh ketua Relawan Gabungan Masyarakat Bersatu (GMB), Agip Sujana.

Metode yang diterapkan pada relawan dari berbagai kalangan dan latar belakang ini terbilang cukup menguras pikiran dan energi dan sepertinya patut diacungi jempol meski tidak ada dukungan anggaran dari Desa atau pemerintah instansi terkait. Setelah melalui musyawarah panjang selama berbulan-bulan dan berkoordinasi dengan banyak pihak dan para tokoh, akhirnya inisiatif agar segera terbentuk Kadus pun mulai dijalankan, dikemas dengan Tema “memilih pemimpin milenial”.

Sejumlah pemuda relawan berkunjung dari rumah ke rumah untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan pilihan bakal calon (Balon) Kadusnya. Langkah tersebut juga ditempuh demi menghindari kerumunan di tengah kondisi pandemi covid-19 terlebih saat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Setelah hampir seluruh suara terkumpul kemudian dilakukan penghitungan di rumah salah satu warga yang juga relawan dengan dihadiri oleh masing-masing saksi dari bakal calon pilihan, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hasil penjaringan suara bakal calon tersebut selanjutnya akan diserahkan ke pihak Desa agar segera dilaksanakan musyawarah Panitia Seleksi (Pansel) pembentukan Kadus.

“yang penting sudah kami serahkan ke Desa ini bakal calon-calon pilihan masyarakat Dusun Bile Mantik agar segera punya Kadus sendiri,” tegas Agip.

Sementara itu, anggota relawan, Adi, mengaku sangat menyayangkan sikap Kades yang terkesan kurang peduli terhadap warga Dusun Bile Mantik. Kosongnya jabatan Kadus selama hampir satu tahun itu salah satu contohnya. Janji Kades kepada warga Dusun Bile Mantik maksimal 3 bulan jabatan Kadus definitif sudah terisi. Namun faktanya, 8 bulan berlalu, jabatan Kadus masih tetap berstatus PLT oleh Kades sendiri.

“Jangankan untuk ngurus kita, (Kades/PLT Kadus) mampir saja di dusun (Bile Mantik) ini nyaris tidak pernah kita lihat selama jabatan Kadus kosong ini. Kita mungkin bisa maklum karena Kades sibuk dengan urusan lain juga di Desa,” tutur Adi menyayangkan.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan tersebut juga didukung banyak pihak, seperti para tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Toma), termasuk dari aparat keamanan Polisi dan TNI asal dilaksanakan sesuai aturan, menjaga keamanan, serta mematuhi prokes.

Pantauan Media ini di lokasi penghitungan suara yang digelar pada Minggu (15/8/2021), dimulai sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga sore hari. Penghitungan suara berlangsung aman dan tertib serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Setiap orang yang hadir wajib mengenakan Masker. Nampak aparat keamanan dari TNI dan Polri juga memantau untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung aman dan tertib, serta tetap menerapkan standar prokes.

Dari hasil voting (pengumpulan suara terbanyak) berhasil terjaring dua bakal calon pilihan masyarakat Dusun Bile Mantik, yakni Mursali dan M. Zulfahrozi.

Di kesempatan yang sama, Relawan M. Yunus menegaskan, kegiatan yang dilakukan tersebut bukan untuk melanggar aturan, namun justru untuk menegakkan aturan dengan cara menyederhanakan dan membantu Pemerintah di tingkat atas untuk menyalurkan aspirasi serta mewujudkan harapan masyarakat, khususnya masyarakat Dusun Bile Mantik.

Dijelaskannya, dari keseluruhan jumlah jiwa yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Dusun tersebut, nyaris 100 persen warga mendukung langkah yang ditempuh oleh para relawan ini demi segera terwujudnya harapan warga memiliki Kadus definitif. Dibuktikan dari sekitar 330 warga yang masuk DPT, sebanyak 290 orang menggunakan hak suaranya mendukung langkah yang dilakukan para relawan.

“Itu belum semua kami datangi. Kalo semua (didatangi) InsyaAllah 100 persen mendukung. Yang penting sudah mewakili 50+1 suara. Apalagi ini sudah lebih,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Relawan bernama Saidi menyebutkan, langkah ini juga sebagai bentuk kepedulian warga Dusun Bile Mantik kepada pemerintah Desa, khususnya terhadap Kades Gemel, M. Ramli yang sekitar 8 bulan ini merangkap PLT Kadus mengingat kepemimpinan Kadus Bile Mantik kosong.

Para Relawan berharap, dengan langkah-langkah yang dilakukan tim relawan tersebut pihak Desa bisa segera merespon positif agar Pansel pembentukan Kadus Bile Mantik segera bekerja mengingat kebutuhan Kadus sangat mendesak. Selain itu, Kades Gemel diharap lebih peduli kepada masyarakat, khususnya warga Dusun Bile Mantik, jika ada masalah bisa diselesaikan dengan duduk bersama dan saling menghargai. Tidak dibiarkan masalah berlarut dan bertele-tele tanpa kejelasan. Terlebih kekhawatiran masyarakat akan isu yang beredar terkait Pansel pembentukan Kadus justru akan digelar tahun depan yang membuat warga sangat resah. (GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Jenuh Seperti Ayam Kehilangan Induk, Warga Desa Gemel Berinisiatif Pilih Pemimpin Sendiri Dengan Cara Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel