Warga Lombok Timur ‘Ribut’ Saat Gerhana Bulan Total, Ternyata Ini Sebabnya


Lombok Timur, GL_ Di Lombok-NTB, peristiwa Gerhana Bulan total, Rabu (26/5/2021) malam, yang disebut-sebut fenomena langka karena terjadi setiap 195 tahun sekali ini, mengundang beragam cerita. Salah satunya, kabar unik dari masyarakat Desa Kilang, kabupaten Lombok Timur yang mendadak ‘ribut' memukul Kentungan, kaleng, dan berbagai alat yang dapat menimbulkan bunyi ribut ketika dipukul.

Peristiwa keributan ini terjadi saat fenomena gerhana bulan total, Rabu malam, sekitar pukul 19.15 waktu setempat. Nampak orang dewasa dan anak-anak ikut beramai-ramai memukul alat-alat yang menimbulkan keributan, seperti Kentungan, kaleng, panci, dan sejenisnya, demi menimbulkan keriuhan.

Saat di konfirmasi, ternyata hal ini merupakan kebiasaan peninggalan para orang tua terdahulu yang meyakini jika fenomena gerhana bulan itu merupakan pertarungan antara bulan dan matahari. Jadi, untuk membantu bulan agar bisa memenangkan pertarungan dan bisa tetap bersinar pada malam hari, maka masyarakat setempat ikut membantu bulan dengan membuat keributan dengan memukul Kentungan dan alat-alat yang bisa mengeluarkan suara riuh.

Masyarakat setempat percaya dengan keributan yang ditimbulkan manusia, cahaya bulan bisa mengalahkan cahaya matahari di waktu malam. Sehingga, bulan tetap bersinar di malam hari sedangkan matahari bersinar di pagi hingga sore hari.

“Menurut orang tua dulu agar bulan menang cahayanya dan bisa mengalahkan sinar matahari di waktu malam. Bulan tetap bersinar, Sedangkan matahari bersinarnya di waktu pagi hingga terbenam di sore hati,” dijelaskan Ika, warga Kilang, menuturkan cerita dari neneknya.

Namun kendati demikian, tidak semua masyarakat percaya dan melakukan kebiasaan peninggalan orang tua jaman dulu itu. Sebagian besar masyarakat meyakini, fenomena gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi menurut siklus waktu tertentu dan merupakan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta jagat raya. Terbukti dengan tidak sedikit masyarakat yang menggelar sholat sunat gerhana di masjid-masjid maupun di rumah-rumah warga di pulau Lombok sembari memanjatkan do’a sesuai ajaran agama. (GL/Abdul)


Belum ada Komentar untuk "Warga Lombok Timur ‘Ribut’ Saat Gerhana Bulan Total, Ternyata Ini Sebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel