Selain Lemah Promosi, Pariwisata Lombok Sumbawa Juga Terhalang Minim Penerbangan Langsung

Mataram, GL_ Ajang halal bihalal pariwisata hybrid yang digagas Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, menjadi ajang curhat insan pariwisata Lombok-Sumbawa, Rabu (19/5/2021), bertempat di areal parkir kantor Dispar NTB. Penutupan objek wisata, lemahnya sistem promosi, hingga minimnya direct flight (penerbangan langsung) menjadi topik menarik acara silaturrahmi pasca Lebaran Idul Fitri 1442 H tersebut.

Hadir dalam acara itu, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur, Hj. Siti Rohmi Djalilah dan sejumlah kepala dinas jajaran Pemprov NTB. Ratusan insan pariwisata, pemerhati, pengamat hingga kalangan jurnalis ikut menjadi partisipan secara online. Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengajak semua pihak bersabar dan tidak berputus asa di tengah pandemi saat ini, karena diyakini pariwisata akan terus berjalan.

Kedepan, lanjut Gubernur yang akrab disapa Dr Zul itu, banyak event besar di Lombok dan akan menjadi pemicu bangkitnya pariwisata NTB pasca pandemi. Seperti event internasional motoGP, World Superbike dan banyak event besar lainnya. Diharapkan kondisi covid-19 di NTB khususnya segera mereda, sehingga pariwisata Lombok-Sumbawa kembali bangkit. “Tapi percuma punya banyak destinasi, sementara direct flight kita minim,” sentil Dr Zul.

Pesan yang disampaikan Dr Zul ditanggapi beragam oleh kalangan pelaku pariwisata. Ada yang memaknai sebagai pekerjaan rumah dinas terkait melakukan lobi-lobi penting ke sejumlah maskapai. Dr Zul mengklaim, Dinas Perhubungan sudah mengawali melobi maskapai Air Asia membuka direct flight rute Perth – Lombok. Sebelumnya, maskapai Jett Star juga pernah membuka direct flight untuk rute yang sama, namun terhenti di tengah jalan.

Terkait bagaimana membangkitkan lagi pariwisata Lombok-Sumbawa, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengaku optimis akan pulih kembali. Ia menyebut sejumlah acara besar seperti triatlon dan pelaksanaan hari sepeda tingkat nasional 3 Juni 2021 mendatang.

“Untuk saat ini kita harus bisa memastikan dan meyakinkan wisatawan yang datang ke Lombok-Sumbawa bisa berwisata dengan sehat dan aman. Memperketat prokes dan kita berharap pandemi ini segera berakhir,” harap Yusron.

Menanggapi keluhan kalangan industri pariwisata perihal penutupan destinasi, Wakil Gubernur NTB, Ummi Rohmi - sapaan akrabnya, mengaku pihaknya tidak berniat sedikit pun menutup sejumlah destinasi wisata di NTB. Namun kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah pusat dianggap menjadi sebab kebijakan itu terpaksa diterapkan.

“Dan yang harus dijadikan catatan, tahun (2020) lalu disaat libur lebaran lonjakan kasus covid-19 di NTB naik 200 persen. Nah, di masa libur lebaran tahun ini kita harus waspada,” ujar Ummi Rohmi mengingatkan.

Seluruh insan pariwisata NTB sepakat bekerja sama saling bersinergi, menata kembali pariwisata NTB agar bangkit lagi pasca pandemi. (GL/red)


Belum ada Komentar untuk "Selain Lemah Promosi, Pariwisata Lombok Sumbawa Juga Terhalang Minim Penerbangan Langsung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel