Pandemi Covid-19, Petani Hidroponik di Lombok ini Justru Liat Peluang, Berikut Kisahnya

Abdullah, Petani Hidroponik di Lombok Timur

Lombok Timur, GL_ Bagi pelaku usaha, pademi Covid-19 menjadi momok menakutkan karena bisa menyebabkan merosotnya pendapatan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Abdullah.

Pelaku usaha pertanian hidroponik ini justru merubah hambatan itu menjadi peluang. Ia melihat celah untuk lebih memperkenalkan hasil pertanian hidroponik yang dikelolanya di Hidrofarm Lombok.

Dampak dari pandemi ini menyebabkan masyarakat semakin peduli dengan kesehatan terutama bahan pangan. Sehingga hidroponik yang dirawat dengan minim pestisida menjadi lirikan para konsumen.

"Bukan berarti kita senang dengan adanya pandemi, tapi orang peduli dengan berbagai sisi kehidupan terutamanya pangan. Ini menjadi tren positif pangsa pasar hidroponik," kata Abdullah saat ditemui media ini Selasa (18/05/2021).

Bagaimana tidak, belakangan ini produknya berupa buah melon sangat diburu oleh pembeli. Bahkan banyak pembeli yang tidak kebagian karena tingginya minat konsumen akan buah melon hasil pertanian hidroponiknya.

Meski demikian, ia mengaku prihatin karena kesadaran (hasil pertanian hidroponik) itu masih hanya dimiliki oleh masyarakat ekonomi menengah keatas. "Kalo menengah kebawah masih mempersepsikan produk ini dengan produk pertanian konvensional," tuturnya.

Memanfaatkan halaman rumah seluas 4 are sebagai lahan pertanian, Abdullah mengaku bisa mendapatkan hasil hingga Rp 9 juta dalam sekali panen melon. Ditambah dengan hasil penanaman sayur yang hasilnya hampir sama dengan melon.

"Kalau sayur panen antara 3-4 minggu, cuma tantangannya lebih besar. Begitu panen harus habis," terangnya.

Pada tahun ini, Ia berencana memperluas lahan pertanian hidroponik miliknya. Keinginan ini tak terlepas dari cita-citanya untuk menembus pasar ekspor yang ditargetkan pada tahun 2022.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kelengkapan administrasi sebagai syarat exportie telah dikantonginya. Salah satunya dengan melakukan sertifikasi pada produk pertanian yang dihasilkan.

"Dengan adanya sertifikasi ini kita bisa dikatakan relatif sempurna untuk bisa menggarap pasar yang lebih luas," pungkasnya. (GL/Ded)


Belum ada Komentar untuk "Pandemi Covid-19, Petani Hidroponik di Lombok ini Justru Liat Peluang, Berikut Kisahnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel