Sebelum Dieksekusi, Begini Kronologis Tanah Yang Puluhan Tahun Dihuni 17 KK Warga Sumbawa Versi TNI AD

Sumbawa, GL Selama puluhan tahun tanah milik TNI AD di wilayah Kodim 1607/Sumbawa ditempati dan dikuasai oleh oknum masyarakat Karang Cemes, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa NTB. Saat pihak TNI AD selaku pemilik tanah hendak menggunakan lahan tersebut, sebanyak 17 KK masyarakat yang menempati tanah itu tidak rela meninggalkan lokasi tersebut, bahkan memperkarakan ke Pengadilan Negeri (PN) Tingkat II Sumbawa.

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di sela-sela pelaksanaan eksekusi oleh juru sita PN Sumbawa, Kamis (21/11/2019).

Jauh sebelum eksekusi dijelaskan Danrem, oknum warga sebanyak 17 KK yang menempati lahan tersebut telah melakukan gugatan ke PN Sumbawa atas nama Arsih dkk. terdaftar dengan perkara Nomor 33.pdt.G/2014/PN.SBB tanggal 28 April 2015. PN Sumbawa kemudian memutuskan dengan putusan Nomor : 6/Pdt.G/2014/PN Sumbawa tanggal 10 September 2014.

Tidak terima dengan putusan tersebut, warga kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram atas nama M.Tahir Burhanudin, perkara Nomor : 98/PDT/2015/PT MTR tanggal 9 Oktober 2015 dengan putusan menguatkan putusan PN Sumbawa.

Tidak hanya sampai disitu, M. Tahir Burhanudin kemudian melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI dengan Nomor perkara 1371 K/PDT/2016 tanggal 13 Oktober 2016 lalu dan diputuskan pada tanggal 21 Maret 2018, dengan putusan menolak kasasi yang diajukan pemohon dan menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 500 ribu.

Menurut Danrem, Putusan MA RI dengan memenangkan termohon (TNI AD, red) sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht.

"Berdasarkan putusan MA RI, kami mengajukan eksekusi atas tanah tersebut kepada Pengadilan Negeri Sumbawa dan permohonan tersebut ditindaklanjuti dan disetujui," terangnya.

Dilanjutkannya, setelah disetujui dan ditetapkan tanggal eksekusi oleh PN Sumbawa, pihaknya kemudian membuat surat peringatan (anmaning) dan melaksanakan beberapa kali sosialisasi kepada warga yang menempati tanah tersebut dengan harapan agar mereka mengerti dan memahami kondisi yanga ada.

"Alhamdulillah mereka bersedia meninggalkan lahan dengan kesadaran sendiri tanpa ada penolakan ataupun perlawanan, ini patut diapresiasi," ujarnya.

Proses eksekusi akhirnya dilaksanakan oleh Juru Sita PN Sumbawa sebagai koordinator dengan menggandeng aparat keamanan dari Polres Sumbawa dan dilanjutkan dengan pembongkaran 15 unit rumah milik 17 KK yang menempati tanah tersebut.(GL/Pen)

Belum ada Komentar untuk "Sebelum Dieksekusi, Begini Kronologis Tanah Yang Puluhan Tahun Dihuni 17 KK Warga Sumbawa Versi TNI AD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel