Polemik Mata Air Ambung, Daeng Paelori: Kalau Pemda Punya, Kok Bisa Disegel?

Wakil ketua DPRD Lombok Timur, H. Daeng Paelori
Lombok Timur, GL_ Wakil ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), H. Daeng Paelori, angkat bicara terkait polemik sumber mata air Ambung, Desa Pringgasela, antara Pemkab Lotim dengan Asmadi selaku pemilik lahan Ambung. Ia menyarankan agar kedua belah pihak membuka diri untuk bermusyawarah demi penyelesaian permasalahan tersebut, dengan berorientasi pada perwujudan kesejahteraan masyarakat.

“Apapun harus diselesaikan dengan baik. Karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Daeng.

Dalam penyelesaian konflik menurut Daeng, kedua belah pihak harus mengedepankan musyawarah. Penyelesaian melalui jalur hukum tambahnya, adalah jalan terakhir.

“Itu memang jalan terakhir kita ke pengadilan. Tapi kalau masih ada ruang untuk kita nego, ya negosiasi saja,” ucapnya.

Ketua DPD Golkar Lotim terebut juga mempertanyakan klaim kepemilikan sumber mata air Ambung oleh pejabat Pemda Lotim. Dikarenakan, tidak adanya tindakan yang dilakukan Pemda untuk membuka blokir aliran air ke pipa PDAM yang telah ditutup tersebut.

“Kok bisa dia (mata airnya, red) disetop? Kenapa diam, kalau memang kita punya? Kenapa polisi diam juga, kalau memang kita punya? Gimana posisi hukumnya, Statusnya gimana?,” tandasnya.

Selain itu, Daen juga mengingatkan Pemda untuk mencari sumber mata air baru untuk memenuhi pasokan air sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga masyarakat tidak menjadi korban saat adanya sengketa sumber mata air seperti yang terjadi saat ini.

“Saya selalu mengatakan, Pemda saat ini, khususnya direksi PDAM, harus bisa mencari potensi sumber mata air yang lain. Sehingga kita tidak tergantung sama Ambung. Ambung macet, semua kita macet,” sesalnya. (GL/Ded)

1 Komentar untuk "Polemik Mata Air Ambung, Daeng Paelori: Kalau Pemda Punya, Kok Bisa Disegel?"

  1. Pernyataan bpk daeng paelori adalah sebuah peryataan yg menggambarkan bahwa eskutif harus tau diri jika bukan hak milik pemda aik ambung tsb.lebih baik di mediasi dan diselesekan dg musyawarah dan beliau lebih menmpatkan diri sbg wakil rakyat..dan pemda harus sgra menindak lanjuti arahan pimpinan DPRD LOTIM tsb..dan kami juga apresiasi yg tinggi atas sikap bupati lombok timur tlah mendelegasikan H.zuaeni taupik selaku Kepala BKAD LOTIM.utk membentuk rapat daerah muspida dlm rangka tndak lanjut dari kesepatan tsb.smoga saja rabu mendatang tlah menghasilkan sebuah keputusan yg baik dam mengikat antara pemda dan asmadi utk pembayaran lahan tsb..kami dari LSM ASPEKINDI NTB .ikut mengawal sampai selese.demi kepentingan orang banyak.agar air tdk mampet lagi..amin...wassllam(Darmo jm)ketua LSM ASPEKINDO NTB

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel