Pemda Belum Bayar Kewajiban, Warga Tutup Sumber Mata Air PDAM di Lotim

Lombok Timur, GL_ Debit air yang dikelola PDAM Lombok Timur (Lotim) saat ini berkurang. Akibatnya, suplai air ke pelanggan menjadi tidak maksimal. Setelah ditelusuri, ternyata salah satu mata air Ambung yang terletak di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lotim, ditutup warga, karena Pemda Lotim belum membayar kewajiban sesuai kesepakatan bersama pihak warga.

Asmadi, salah satu warga yang mengaku sebagai pemilik lahan sumber mata air Ambung, di hadapan awak media, Minggu (03/11/2019), menuturkan, dirinya terpaksa menutup mata air Ambung karena Pemda Lotim belum menunaikan kewajibannya atas pembayaran terhadap lahan miliknya yang dimanfaatkan oleh PDAM tersebut.

"Sumber mata air Ambung tidak akan saya buka, selama belum ada pembayaran sesuai dengan perjanjian kesepakatan dengan Pemda Lotim," tegasnya.

Kesepakatan yang dimaksud yakni, ganti rugi pemakaian pemanfaatan sumber mata air Ambung selama 26 tahun, serta pembayaran lahan seluas 20 are sesuai isi kontrak yang sudah ditanda tangani oleh Direktur PDAM. Nilai pembayaran berdasarkan nilai taksir oleh appraisal, yakni Pemda akan membayar sebesar Rp 45 milyar.

"Mata air Ambung ini kan sudah kedung dinikmati masyarakat. Kami juga tidak mau membebani Pemda. Meskipun tidak mengacu pada nilai Appraisal. Cukup senilai yang ditawarkan investor itu saja," ucapnya.

Asmadi mengaku bahwa investor yang berniat membuka pabrik air mineral kemasan telah menawar sumber mata air Ambung sebesar Rp 10 milyar. Jika Pemda Lotim tak kunjung membayar kepada pihaknya, maka Ia terpaksa melepas sumber mata air tersebut kepada investor.

Sementara itu, Plt. Dirut PDAM Lotim, H. Mustaan, dihubungi via telpon selulernya mengatakan, masalah tersebut ditangani langsung oleh Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy.

"Terkait masalah Ambung, pak Bupati langsung yang tangani. Jadi, itu masalah lama yang tidak selesai-selesai," ucapnya. Mustaan juga tak membantah terkait hasil appraisal sumber mata air Ambung sebesar Rp 45 Milyar. Mustaan balik menuding, justru Asmadi yang menolak kesepakatan pembayaran tersebut.

"Iya. Tapi kan ditolak oleh Asmadi," tandasnya.

Mustaan juga mengatakan, bahwa Asmadi tidak boleh menjual lahan sumber mata airnya ke investor. Menurutnya, air yang ada merupakan ranah pengelolaan yang boleh dilakukan hanya oleh PDAM.

"Mau jual ke investor mana? Tidak bisa. Kalau masalah air, hanya PDAM yang boleh mengelola. Tidak boleh lembaga manapun kecuali PDAM," pungkasnya. (GL/Ded)

Belum ada Komentar untuk "Pemda Belum Bayar Kewajiban, Warga Tutup Sumber Mata Air PDAM di Lotim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel