Eksekusi Tanah Milik TNI AD di Sumbawa, Danrem 162/WB: Tidak Ada Benturan Sekecil Apapun

Sumbawa, GL_ Pengadilan Negeri (PN) Tingkat II Sumbawa melaksanakan eksekusi tanah milik negara seluas 2.532 meter persegi, Kamis (21/11/3029). Lahan yang terletak di lingkungan Surya Bhakti Karang Cemes, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa tersebut, sebelumnya ditempati oleh sedikitnya 17 KK. Selama proses eksekusi tanah aset negara milik TNI AD itu berlangsung, tidak ada perlawanan maupun benturan dengan pihak tereksekusi.

Sebelum eksekusi, juru sita PN Sumbawa membacakan putusan PN Sumbawa dengan nomor perkara 33.pdt.G/2014/PN.SBB tanggal 28 April 2015. Putusan Pengadilan Tinggi Mataram nomor 98/PDT/2015/PT MTR tanggal 9 Oktober 2015 dan putusan Mahkamah Agung nomor 1371 K/PDT/2016 tanggal 13 Oktober 2016, dimana dalam putusan itu menyatakan benar bahwa tanah tersebut milik TNI AD.

Hasil putusan sidang di Pengadilan Negeri Sumbawa dengan Nomor : 6/Pdt.G/2014/PN Sumbawa tanggal 10 September 2014 dengan pemohon saudara Arsih dan kawan-kawan, putusan sidang di Pengadilan Tinggi Mataram dengan Nomor : 98/Pdt.2015/PT.Mataram tanggal 9 Oktober 2015 dengan pemohon Saudara M. Tahir Burhanudin dan kawan-kawan, dan putusan sidang di Mahkamah Agung RI dengan Nomor : 1371 K/Pdt.2016/ tanggal 21 Maret  2018 dengan pemohon yang sama.

Proses eksekusi dilakukan secara terbuka, serta dihadiri Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Pabandya BMN Slogdam IX/Udayana Letkol CZI I Ketut Sudirta, Danden Zibang Letkol CZI Edi Junaidi, Pasi Kumdam IX/Udyana Mayor CHK Daniel, SH. MH., Kakumrem 162/Wira Bhakti Mayor CHK Sugito, SH., Kasi Intel Korem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dan masyarakat setempat.

Di hadapan awak media, Danrem 162/WB menyampaikan, eksekusi lahan tanah milik TNI AD dilakukan berdasarkan putusan hukum baik Pengadilan Negeri Sumbawa, Pengadilan Tinggi Mataram hingga Mahkamah Agung.

"Jadi prosesnya sudah berjalan cukup lama dan karena sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, red) yang awalnya akan di eksekusi sebelum Pilpres. Namun karena perkembangan situasi politik pada saat itu tidak memungkinkan sehingga ditunda sampai hari ini," ujarnya.

Danrem menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah melakukan pendekatan semaksimal mungkin secara halus atau lunak, seperti sosialiasi dan pendekatan humanis, dengan harapan tidak ada benturan-benturan fisik dan sebagainya pada saat eksekusi berlangsung.

"Syukur Alhamdulillah berkat sosialisasi yang dibantu teman-teman sehingga pelaksanaan eksekusi berjalan aman dan lancar, dan tidak ada benturan sekecil apapun,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Danrem, pihaknya telah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali dan memberi himbauan secara lisan dan tertulis. Warga yang menempati tanah tersebut menurut pria kelahiran Jakarta ini, bersedia meninggalkan lokasi atas kesadaran sendiri.

"Terimakasih atas kesadaran masyarakat karena bersedia meninggalkan lokasi dan kami mohon maaf jika ada tutur kata dan tingkah laku dalam pelaksanaan eksekusi yang kurang berkenan di hati masyarakat. Itu tidak lain karena kami menjalankan tugas untuk menyelamatkan aset negara. Ini bukan aset perorangan atau kelompok," imbuh Danrem.

Kedepan, diatas tanah tersebut rencananya akan dibangun Kantor Subden Pom Sumbawa agar dekat dengan kota, untuk mempercepat dan mempermudah koordinasi.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio juga memberi apresiasi kepada masyarakat atas pelaksanaan eksekusi yang berjalan aman dan lancar. Sebelumnya menurut Kapolres, telah melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh pemuda sehingga bisa berjalan dengan aman terkendali.

Usai pembacaaan putusan oleh juru sita PN Tingkat II Sumbawa, pelaksanaan eksekusi dilanjutkan dengan pembongkaran bangunan rumah yang dibangun oleh 17 KK dilokasi tanah tersebut.(GL/Pen)

Belum ada Komentar untuk "Eksekusi Tanah Milik TNI AD di Sumbawa, Danrem 162/WB: Tidak Ada Benturan Sekecil Apapun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel