Beri Penyuluhan, Begini Definisi Radikalisme Menurut Korem 162/WB

Mataram, GL_ Istilah radikalisme saat ini sangat menghantui bangsa Indonesia. Banyak pihak merasa khawatir dengan faham yang dinilai bertentangan dengan Pancasila tersebut. Bahkan, dikhawatirkan akan terjadi saling tuding antar anak bangsa serta golongan seperti yang kerap terjadi akhir-akhir ini dan sering muncul dalam lini massa.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Korem 162/WB memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Persatuan Dharma Pertiwi Cabang Daerah NTB, di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan no. 162 Mataram, Senin (11/11/2019). Dharma Pertiwi merupakan perkumpulan para istri TNI baik Persit KCK untuk istri anggota TNI AD, Jalasinatri untuk istri anggota TNI AL dan Pia Ardhya Garini untuk istri anggota TNI AU.

"Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan secara masif, sistematis pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan ekstrim," jelas Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., dalam sambutannya menjelaskan tentang definisi Radikalisme.

Menurutnya, kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan dalam waktu singkat, drastis dan terkadang bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku. Untuk saat ini lanjut Danrem, radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme, karena kelompok radikal melakukan cara apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk dalam bentuk teror kepada pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Cara penyebaran paham radikalisme menurut Danrem, bisa dengan melakukan pertemuan langsung atau memanfaatkan tekhnologi yang ada untuk mempengaruhi masyarakat yang menjadi target mereka.

Danrem berharap agar para istri Tentara setelah menerima penyuluhan, dapat menangkal penyebaran paham radikalisme terhadap diri sendiri, keluarga dan dilingkungan tempat tinggal sehingga dapat menutup ruang gerak penganut paham radikal.

Sementara itu, Ketua Dahrma Pertiwi Ny. Kirana Rizal Ramdhani memberikan apresasi atas pelaksanaan penyuluhan tentang radikalisme kepada ibu-ibu Dahrma Pertiwi sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikal. Ia meminta para peserta untuk memperhatikan materi yang diberikan dan menanyakan jika kurang jelas. Sehingga bermanfaat bagi diri dan keluarga, khususnya pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan media sosial (medsos) mengingat penyebaran paham radikal juga bisa melalui medsos seperti foto dan video.

Dalam kesempatan tersebut, materi kegiatan penyuluhan juga diisi oleh Kasi Intelrem 162/WB, Mayor Inf Hendra Sukmana.(GL/Pen)

Belum ada Komentar untuk "Beri Penyuluhan, Begini Definisi Radikalisme Menurut Korem 162/WB"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel