Sertifikasi Tenaga Konstruksi, Wabup Lotim: Sertifikasi Merupakan Legalitas Kompetensi

Lombok Timur, GL_ Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi SJ. SH., Membuka Kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi (On Job Training), bagi 32 pekerja pada pembangunan gedung Lombok Hospital, di halaman Lombok Hospital, Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lotim Selasa (08/10/2019). Kegiatan ini bekerjasama dengan Vlok Foundation Holland dan Dewan Pembina Sehat Kabupaten Lotim, dan dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga yang kompeten dalam bidang konstruksi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga konstruksi serta terpenuhinya standar kompetensi yang berlaku dalam sertifikasi.

Rumaksi menyampaikan apresiasinya terhadap Vlok Foundation Holland dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Sertifikasi merupakan bentuk legalitas pengakuan atas kompetensi pekerja konstruksi di wilayah Kabupaten Lombok Timur," ucapnya.

Rumaksi menilai, tenaga konstruksi Lotim sebenarnya telah memiliki keterampilan yang mumpuni. Sehingga, melalui sertifikasi merupakan bentuk pengakuan atas keterampilan dan kualifikasi yang dimiliki oleh tenaga konstruksi.

Vlok Foundation sendiri, telah malang melintang dalam bidang konstruksi di Nusa Tenggara Barat. Khususnya dalam pembangunan fasilitas umum, dan fasilitas sosial seperti rumah, sekolah, dan rumah sakit.

Chairman Vlok Foundation Holland, Harry Peters, menyampaikan sertifikasi tenaga kerja diperlukan dalam pembangunan rumah sakit Lombok ini.

"Tahun lalu Vlok sudah melaksanakan kegiatan sertifikasi 60 tukang batu di Lombok Timur dan 40 tukang elektrikal di Lombok Barat, dan seluruhnya telah bekerja di sektor konstruksi," tutur Harry.

Ia berharap, melalui sertifikasi ini dapat meminimalisir kecelakaan kerja dan maksimalnya implementasi sistem K3 di lapangan.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Eddy Irwanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa sertifikasi ini adalah syarat untuk bekerja di sektor konstruksi sesuai dengan amanat UU Jasa Konstruksi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kerja konstruksi di NTB.

"Keberhasilan pembangunan infrastuktur bukan saja diukur dengan dimensi penyelesaian tepat waktu, mutu dan biaya, namun juga melalui kinerja yang mencakup keandalan, berfungsinya bangunan sesuai rencana, dan keselamatan dalam pelaksanaan," jelasnya.

Eddy menyebut, pembangunan SDM menjadi titik berat pembangunan ke depan. Sehingga, peningkatan kompetensi, produktivitas, serta kemampuan penguasaan teknologi, mutlak diperlukan oleh tenaga kerja konstruksi. (GL/Ded/Hum)

Belum ada Komentar untuk "Sertifikasi Tenaga Konstruksi, Wabup Lotim: Sertifikasi Merupakan Legalitas Kompetensi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel