Pariwisata Lotim Mulai Menggeliat, Dispar Susun Kembali RIPPDA

Lombok Timur,GL_ Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim), mulai menunjukkan keseriusan dalam pengembangan pariwisata. Hal ini ditunjukkan dengan akan kembali dirancangnya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) setelah hilang kabar sejak tahun 2015 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. Mugni, kepada gemalombok.com, rabu (30/10/2019) menyampaikan, kajian akademis rancangan RIPPDA yang telah disusun pada tahun 2015 lalu itu belum pernah ditindak lanjuti oleh pemangku kebijakan saat itu.

“Sebenarnya RIPPDA itu telah disusun di tahun 2015. Saya punya dokumennya. Begitu saya masuk di Dinas Pariwisata, ini (Dok. RIPPDA,red) saya cari duluan,” jelasnya, sembari menunjukkan dokumen tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Mugni, dokumen tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan skala prioritas dalam pengembangan pariwisata di Lotim setelah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Menurutnya, tanpa ditetapkan menjadi Perda dokumen RIPPDA/Riparda yang telah disusun tersebut hanya menjadi dokumen kajian semata.

“Jadi, ini seharusnya langsung di masukkan ke Program Legislasi Daerah (Prolegda). Tapi ini tidak ditindak lanjuti. Sehingga, hanya menjadi kajian saja. Maka, tidak bisa menjadi acuan kita,” ungkapnya.

Mugni mengatakan, pihaknya akan kembali merancang RIPPDA untuk disesuaikan dengan kondisi perkembangan pariwisata saat ini. Dengan anggaran sebesar Rp 100 juta Mugni mengaku optimis RIPPDA tersebut dapat selesai pada tahun 2019 ini. Sehingga, pada tahun 2020 mendatang dapat masuk pada Prolegda.

“Tahun ini kami rancang. Kita buat kajian akademisnya. Lalu, dibuat menjadi draft Peraturan Daerah yang diusulkan ke bagian hukum untuk kemudian dilanjutkan ke Prolegda,” bebernya.

Mugni juga menyebutkan, bahwa dalam penyusunan RIPPDA, Dispar Lotim menggandeng STIPAR (Sekolah Tinggi Pariwisata) Mataram.

“Karena tentang pariwisata, maka kita harus menghargai keilmuan. Tempatnya di STIPAR. Karena itu juga Sekolah Tinggi Pariwisata pertama di NTB,” ucapnya.

Mugni berharap di tahun 2021 Lotim telah memiliki Perda RIPPDA sebagai acuan dalam pengembangan pariwisata Lotim. Dengan demikian, pendapatan daerah dari sektor pariwisata dapat meningkat signifikan. (GL/Ded)

Belum ada Komentar untuk "Pariwisata Lotim Mulai Menggeliat, Dispar Susun Kembali RIPPDA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel