Korem 162/WB Gelar Rakor Penanganan RTG dengan Kemenko Polhukam RI, Palu Diminta Belajar dari NTB

Mataram, GL_ Komandan korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menggelar rapat koordinasi dengan Deputi Kemenko Polhukam RI, Mayjen TNI Rudianto bersama Kalak BPBD NTB, Ahsanul Khalik, S.Sos., di ruang rapat Kantor Gubernur NTB, di Mataram, Kamis (16/10/2019). Rakor tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi progress rehabilitasi rumah rusak pasca gempa bumi di Provinsi NTB.

Kegiatan ini diikuti para Kalak BPBD Kab/Kota terdampak gempa bumi, BPKP, para Dandim dan Danki Satgas rehab rekons terpadu, para Kapolres, perwakilan BRI serta tamu undangan lainnya.

Di hadapan Wartawan usai Rakor, Danrem menjelaskan, kunjungan Deputi Kemenko Polhukam untuk meninjau Formulasi yang digunakan dalam proses percepatan rehab rekon di NTB yang dianggap berhasil oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pasalnya, dalam kurun waktu 10 bulan, sebanyak 174 ribu unit rumah telah selesai dikerjakan.

“Ini akan dijadikan pilot projek untuk diaplikasikan di Palu, sehingga kami diminta untuk memaparkan terkait dengan metode maupun trik-trik yang digunakan dalam percepatan dan sinergitas para stakeholder Pemda sehingga percepatan dapat dicapai dengan maksimal,” ungkapnya.

Berdasarkan surat permintaan Gubernur NTB kepada Mabes TNI bahwa batas waktu Satgas terpadu rehab rekons sampai tanggal 31 Desember 2019, namun untuk pekerjaan pembangunan RTG akan terus dilakukan hingga selesai.

Dijelaskan Danrem, jarak gempa di NTB dan Palu hanya dua bulan. Dalam rentang waktu tersebut, selisih progres rehab rekon sangat jauh, yakni di Palu baru hanya 19 unit rumah yang sudah dikerjakan. Para pihak di Palu diminta Danrem untuk belajar dari daerah NTB terkait dengan proses percepatan rehab rekon.

Danrem juga memberikan beberapa tips dalam proses percepatan rehab rekon seperti yang dilaksanakan di NTB, yakni dengan penyederhanaan persyaratan administrasi dari 19 poin menjadi 9 poin, pelayanan satu pintu untuk mempercepat pengurusan administrasi dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan, sinergitas TNI Polri, Pemda bersama BPBD dan seluruh stakeholder di NTB untuk bersatu mempercepat rehab rekon.

Sementara Kalak BPBD NTB, Ahsanul Khalik menyampaikan terkait penggunaan dana siap pakai yang sudah berada di masyarakat. Menurutnya, strategi yang digunakan BNPB dalam mentransfer dana rehab rekon ke BNPB Kab/Kota lalu ke masyarakat yang telah membentuk Pokmas. Dari rekening masyarakat ini kemudian didebet ke Pokmas. Kemudian Pokmas bekerjasama dengan aplikator atau swakelola dalam pembangunan RTG.

“Maka dana tidak bisa lagi ditarik oleh Pemerintah pusat apabila sudah digunakan dalam proses pembangunan rumah,” ucapnya.

Namun dana itu bisa ditarik jika hingga tanggal 31 Desember 2019 masih ada masyarakat yang belum menggunakan dana siap pakai tersebut. Karena itu sambung Khalik, masyarakat diharapkan segera menggunakan dana tersebut untuk membangun fisik rumah.

“Ini uang sudah ada di masyarakat, agar segera membangun fisik RTG,” imbuhnya.

Khalik juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang belum mendapat bantuan dan dikemudian hari ada temuan, maka Pemkab/Kota bisa mengumpulkan data untuk diajukan ke Pemerintah Pusat. “Ada formulasi dalam bentuk dana hibah dengan proses pengusulan dari Pemkab/Kota dan direkomendasi oleh Gubernur NTB dan BNPB, dari BNPB kemudian memberikan dana hibah ke Kab/Kota dan itu masuk ke dalam APBD,” terangnya.

Terkait dengan penggunaan dana rehab rekon oleh masyarakat, menurut Khalik, fasilitator TNI Polri dan Pemerintah akan terus melakukan pendampingan di lapangan. Termasuk Wartawan memiliki peran untuk mendorong masyarakat menggunakan dana tersebut dengan cepat dan bisa dipertanggung jawabkan.

Setelah menggelar rakor, Deputi Kemenko Polhukam didampingi Danrem 162/WB bersama Kalak BPBD dan instansi terkait melaksanakan peninjauan dan pengecekan RTG di Kabupaten Lombok Utara.(GL/Pen)

Belum ada Komentar untuk "Korem 162/WB Gelar Rakor Penanganan RTG dengan Kemenko Polhukam RI, Palu Diminta Belajar dari NTB"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel