Bupati Kumpulkan Seluruh Kepala UPTD Dikbud, Berbagai Masalah Pendidikan di Lotim Dibeberkan

Lombok Timur,GL_ Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Sukiman Azmy, mengumpulkan seluruh Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Bupati, Jumat (11/09/2019). Pada pertemuan tersebut dibahas berbagai persoalan pendidikan yang ada di Lombok Timur.

Bupati meminta agar seluruh UPTD, mengumpulkan data pendidikan di Lombok Timur. Seperti data jumlah sekolah, mulai dari Tingkatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga Taman Kanak-kanak (TK). Selain itu, Bupati juga meminta pendataan jumlah guru, kekurangan kepala sekolah, data angka anak putus sekolah, data rencana pendirian sekolah satu atap (Satap), dan data gedung sekolah yang membutuhkan rehab.

Disamping itu, Bupati juga meminta data perolehan zakat setiap bulannya dari UPTD, yang berasal dari tenaga pendidikan yang bernaung di bawah Dikbud.

“Pemerintah Kabupaten sedianya harus memiliki data yang lebih akurat,” tegas Sukiman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti isu yang menyebut tenaga pendidik Lotim banyak yang bertindak sebagai agen buku. Orang nomor satu di Lotim itu pun memberi peringatan kepada jajaran pendidikan agar tidak lagi menjadi agen atau calo buku.

Adanya oknum "penjual SK" juga tak luput dari sorotan Sukiman. Ia meminta agar pejabat pada dinas terkait memberikan teguran pada oknum-oknum yang terindikasi sebagai "penjual SK" tersebut. Para oknum tersebut dinilai berupaya melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Terlebih, pada era keterbukaan saat ini, dengan metode penerimaan CPNS yang tak dapat dimanipulasi.

"Berikan teguran bila mengetahui atau menjumpai hal semacam itu. Sebab, itu menjadi presenden buruk bagi dunia pendidikan dan birokrasi di daerah ini," pungkas Sukiman.

Bahkan, Sukiman mengungkapkan bahwa dirinya telah memecat salah satu oknum ASN pada Dinas Kesehatan yang kedapatan memungut sejumlah uang kepada para pelamar agar lulus dalam seleksi CPNS.

Sedangkan terkait kesejahteraan guru, Bupati menyebut bahwa baru sekitar 50% guru di Lombok Timur yang telah tersertifikasi. Sehingga diperlukan kerjasama dengan perguruan Tinggi untuk mengatasi kendala sertifikasi guru yang berkaitan dengan tingkat pendidikan.

"Dari 6 ribuan guru di Lombok Timur hanya tiga ribuan, atau 50% yang sudah tersertifikasi, yang terjamin kesejahteraannya. Kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di daerah ini, bisa menjadi opsi untuk persoalan terkait kualifikasi guru yang terhambat tingkat pendidikan," ucapnya.

Bupati juga meminta pemerataan distribusi guru berdasarkan kebutuhan dan usulan UPTD. Agar segera diberlakukan moratorium pemindahan guru.

Pendidikan sendiri menjadi sektor yang sangat diperhatikan oleh Pemkab Lotim. Dengan majunya pendidikan dinilai akan mendongkrak peningkatan IPM di daerah tersebut. Terlebih saat ini, IPM Lotim berada pada posisi ke-9 dari 10 kabupaten/ kota di NTB.

Sehingga pentingnya perhatian pada semua tingkatan pendidikan, termasuk TK. Karenanya, Bupati menegaskan semua kecamatan pada 2020 mendatang harus memiliki TK Negeri. (GL/Ded/Hum)

Belum ada Komentar untuk "Bupati Kumpulkan Seluruh Kepala UPTD Dikbud, Berbagai Masalah Pendidikan di Lotim Dibeberkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel