Waspada, Jumlah Predator Anak di Lotim Meningkat, Pemda Lemah Anggaran

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, H. Ahmad
Lombok Timur, GL_ Angka kekerasan seksual terhadap anak-anak di kabupaten Lombok Timur (Lotim)-NTB terus bertambah setiap tahunnya. Kendati para pelaku banyak yang ditangkap aparat penegak hukum, namun jumlah para pelaku predator anak disinyalir terus meningkat. Sementara pemerintah daerah (Pemda) setempat mengakui belum maksimal menangkal aksi para pelaku akibat terkendala anggaran.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur, H. Ahmad, kepada gemalombok.com, Kamis (12/9/2019) menyayangkan kembali terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap anak di Lombok Timur. Efek jera yang diberikan terhadap pelaku tindak kekerasan seksual diakuinya belum maksimal untuk mencegah aksi bejat para predator anak tersebut.

"Beberapa kasus yang terjadi, terulang lagi. Efek jera yang kita berikan sepertinya belum maksimal pada pelaku," kata Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad menuturkan, Pemda Lotim telah mulai menggodok Peraturan Bupati (Perbup) tentang perlindungan anak sebagai payung hukum untuk memberlakukan sangsi maksimal terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Ahmad mengaku, pendampingan terhadap anak korban kekerasan seksual telah dijalankan pihaknya secara intensif dengan alasan tingginya dampak tekanan psikologis yang dialami korban.

"Untuk membuat efek jera bagi pelaku, ini kita sedang membuat Perbup tentang Perlindungan Kepada Anak. Pendampingan terhadap anak korban kekerasan sosial, juga sudah maksimal kita berbuat," tuturnya.

Dinsos Lotim, menurut Ahmad, telah berusaha meminimalisir tindak kekerasan seksual di Lotim, dengan membuat berbagai program inovasi perlindungan anak. Diantaranya dengan membangun lembaga-lembaga serta tenaga kerja sosial dalam penanganan kesejahteraan anak.

Kendati demikian Ia menyayangkan minimnya anggaran yang dialokasikan Pemda untuk Pelayanan Sosial Anak. Dia berharap agar anggaran tersebut dapat ditingkatkan di tahun Anggaran 2020 nanti.

"Saya mengatakan sangat minim (anggaran,red). Apa yang menjadi inovasi pada tahun 2020 itu dimaksimalkan. Kalau sekarang mungkin belum maksimal. Daya ungkitnya masih kecil, terutama untuk perlindungan anak ini," ujar Ahmad.

Pihaknya pun telah menuangkan program-program perlindungan anak kedalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2020. Berharap DPRD Lombok Timur dapat menerima pengajuan Anggaran yang di ajukan pihaknya.

"Kami berharap, dengan data-data yang kami sajikan ke DPR. Tentunya apa yang kami anggarkan dalam DPA itu. Kami juga akan berusaha meyakinkan DPR terkait anggaran itu. Karena dengan anggaran yang maskimal, hasilnya juga tentu maksimal," harapnya.(GL/Ded)

Belum ada Komentar untuk "Waspada, Jumlah Predator Anak di Lotim Meningkat, Pemda Lemah Anggaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel