Salut, di Lotim Judi Sabung Ayam Dibubarkan, Bagaimana Dengan Daerah Lain?

Lombok Timur, GL_ Aksi judi sabung ayam di pulau Lombok NTB merupakan salah satu jenis perjudian yang dinilai sangat meresahkan warga. Kendati demikian, aparat kepolisian tak tinggal diam.

Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) misalnya. Aksi pembubaran judi sabung ayam pada Rabu (4/9/2019), mengundang simpati dan apresiasi dari masyarakat. Pasalnya, Timsus 3C Polres Lotim merespon cepat aduan masyarakat terkait judi sabung ayam yang berlangsung di  Dusun Lembak Lauk, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, yang mulai menjadi sorotan warga sekitar.

Sebagian besar pemain berhasil kabur saat penggerebegan berlangsung karena rencana pembubaran oleh polisi terendus para pelaku. Kendati demikian, polisi berhasil mengamankan 8 orang pemain serta 32 unit sepeda motor milik pemain yang kabur.

Kasatreskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama, dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan, 8 orang pemain yang diamankan tersebut terdiri dari 3 orang petani, 3 orang pengangguran dan masing-masing satu orang buruh dan pekerja swasta.

Dirincikannya, kedelapan pemain judi tersebut yakni, Kasri (70 Th) dan Isnadi (39 Th) masing-masing warga dusun Bagek Gaet, Pringgabaya, Teguh (24 Th) dan Mahyudin (50 Th) masing-masing warga Lingkungan Seruni, Selong, Hadi (29 Th), Suhardi (35 Th), Hamdan (54 th), dan Hariadi (32 Th), masing-masing merupakan warga Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji.

Kronologis Kejadian dijelaskan Yogi, para pelaku sedang bermain judi sabung ayam di sebuah perkebunan kelapa milik warga, di Desa Korleko, sekitar Pukul 13.30 Wita. Permainan berlangsung seru. Dua ekor ayam diadu di dalam arena sesuai waktu yang disepakati hingga salah satu ayam menyerah kalah. Sejumlah uang telah disepakati sebelum ayam bertarung menjadi dasar taruhan yang dipegang masing-masing pekembar atau ‘yang dituakan'. Selanjutnya uang taruhan tersebut diberikan kepada pemenang setelah selesai pertarungan.

“Para pelaku kami tangkap saat sedang melakukan Judi Sabung Ayam di Kebun Milik Warga, di dusun Lembak Lauk, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji,” terang Yogi.

Barang bukti yang berhasil diamankan lanjutnya, 2 Ekor Ayam Jantan, 1 Buah Karpet sebagai alas ayam bertarung, 1 Buah Ring tarung ayam, 1 Buah ember yang digunakan untuk memandikan ayam yang hendak bertarung, serta 32 Unit sepeda motor milik para pemain.

“Saat ini pelaku dan Barang Bukti kami amankan ke polres Lombok Timur untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Aksi pembubaran judi sabung ayam di Lotim tersebut mendapat beragam komentar dan harapan dari masyarakat. Selain mengapresiasi tindakan aparat polisi di Lotim itu, masyarakat juga berharap diterapkan di kota/kabupaten lain di NTB.

Han, warga kota Mataram kepada media ini mengaku salut dan mengapresiasi langkah Polres lotim menindak tegas pelaku judi sabung ayam. Menurutnya, jenis judi yang mulai menjamur di pulau Lombok banyak ragamnya. Namun dirinya enggan merincikan jenis-jenis judi yang dimaksud.

“Polisi lebih faham jenis-jenis judi itu. Kan termasuk pelanggaran hukum itu,” pungkasnya.

Lain lagi dengan Anik. Warga Selong Lotim ini menilai, praktek perjudian selain membuat orang malas bekerja juga bisa memunculkan banyak para pelaku kriminal. “Mudah-mudahan saya ndak dapat suami penjudi,” tandas gadis cantik yang sedang menunggu jemputan jodohnya ini.

Anik juga berharap, tindakan tegas polisi membubarkan aksi perjudian tidak hanya dilakukan di daerahnya di Lotim, melainkan juga di daerah lain di seluruh NTB.

“Mayoritas penduduk kita kan Muslim. Apalagi Lombok dikenal pulau seribu masjid. Berani ndak polisi dan pemerintah tegas bubarkan semua bentuk perjudian,” harapnya.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Salut, di Lotim Judi Sabung Ayam Dibubarkan, Bagaimana Dengan Daerah Lain?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel