Polemik Pengiriman Mahasiswa NTB Ke Korea, NU Bantah Program Itu Rekom Gubernur

Wakil Ketua PWNU NTB, Lalu Winengan
Mataram, GL_ Gonjang ganjing terkait pengiriman 18 mahasiswa asal NTB ke Korea Selatan (Korsel) menuai sorotan dan kritik dari banyak pihak. Mulai dari indikasi maladministrasi hingga isu tak sedap tentang terlantarnya para mahasiswa yang akan belajar di Chodang University Korsel tersebut.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB turut angkat bicara terkait polemik pengiriman peserta program pendidikan lanjutan tenaga kesehatan dari jenjang D3 ke S1 ke Chodang University yang diikuti 18 calon Mahasiswa NTB ke Korsel itu. NU NTB membantah jika isu pengiriman 18 orang dari berbagai daerah di NTB ke Korsel itu adalah rekomendasi Gubernur NTB.

“Pengiriman mahasiswa ke korea itu bukan Rekom Gubernur. Isu yang berkembang kan programnya Gubernur. Tapi kalo yang ke Korea itu belum. Karena belum ada tes,” tegas Wakil Ketua PWNU NTB, Lalu Winengan, kepada gemalombok.com, di Mataram, Sabtu (14/9/2019).

Terkait komentar Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, dalam postingan klarifikasinya di sejumlah medsos tentang program pengiriman mahasiswa NTB ke Korsel tersebut seolah hanya program Gubernur, juga disoroti Winengan. Menurutnya, Gubernur sengaja pasang badan untuk menghindari polemik berkelanjutan dari banyak pihak. Sejatinya program itu bukanlah program pemda NTB, melainkan program salah satu Universitas di NTB.

“Karena tidak mau orang-orang ribut. Makanya dia (Gubernur) mau bertanggung jawab,” tandasnya.

Winengan juga mengomentari rencana pemulangan 18 putra daerah NTB dari Korsel dalam waktu dekat menggunakan dana pinjaman dari Bank NTB lebih dari 1,6 milyar itu bukan rekom Gubernur NTB. Uang tersebut akan dikembalikan tanpa potongan termasuk uang pinjaman untuk 4 orang yang telah terlanjur diterima bekerja di Korea.

“Pinjaman uang dari bank NTB itu bukan Gubernur juga yang buat rekom. Ada salah satu pimpinan ormas Islam yang ada di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. Kendati demikian, Winengan enggan mengungkapkan nama Ormas Islam dimaksud.

Winengan juga menyayangkan pihak-pihak yang telah berkomentar tanpa tau duduk persoalan yang sebenarnya. Terlebih menurutnya, jika terdapat nuansa politis dengan mengkaitkan program beasiswa ke Korea tersebut. Ia berharap, agar kedepan semua pihak bersama-sama membangun NTB tanpa saling menjatuhkan satu sama lain.

“Harus berpikir maju bagaimana NTB ini kedepan anak cucu yg akan menikmati kedepan. Mari kita saling mendukung saling membangun,” imbuh pria yang juga Kadis Perkim Lombok Barat itu.

Terkait polemik pengiriman mahasiswa NTB ke Korsel ini, Informasi sebelumnya beredar berita tentang hasil investigasi Ombudsman RI perwakilan NTB yang menemukan adanya dugaan maladministrasi dalam proses pengiriman sebanyak 18 mahasiswa asal NTB ke Chodang University di Korsel.

“Itu jelas masuk dalam dalam maladministrasi berupa penyimpangan prosedur. Ada beberapa langkah prosedur yang tidak dilalui,” ungkap Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim, saat dikonfirmasi Wartawan, Selasa (10/9/2019).

Menjawab temuan Ombudsman itu, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu pembelajaran untuk memperbaiki mekanisme prosedur dan melihat kekurangan dalam pengiriman mahasiswa ke luar negeri untuk mencari perbaikan bersama. Kendati demikian, Zul, sapaan akrab Gubernur, meminta masyarakat agar tidak khawatir berlebihan.

“Jangan sampai ada program bagus tapi karena ketakutan yang berlebihan nanti kita kapok. Padahal peluang banyak,” tandas Gubernur Zul.

Terkait isu terlantarnya mahasiswa NTB di Korsel itu, juga dibantah Gubernur. Ia memastikan 18 orang mahasiswa NTB itu tetap tinggal di asrama kampus dan mendapat makanan layak.

“Tidak benar bahwa mereka terlantar. Itu agak ngaco aja,” bantah Gubernur Zul.

Menurut Zul, para mahasiswa ini belum bisa masuk kelas karena terkendala bahasa. Untuk bisa masuk kuliah di Chodang University, Mahasiswa Indonesia harus mampu mencapai level tiga tes bahasa Korea. Namun sebagian besar mahasiswa baru mencapai level satu.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Polemik Pengiriman Mahasiswa NTB Ke Korea, NU Bantah Program Itu Rekom Gubernur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel