Nasib Tenaga Honorer Sekolah Swasta di Lotim Masih Ngambang, Langkah Pemda Juga Belum Jelas

Lombok Timur, GL_ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur H. Moh. Zaenuddin mengakui, dari total 6.820  jumlah kebutuhan tenaga Honorer di Kabupaten Lombok Timur, berdasarkan data yang telah diperbaharui hingga hari ini sekitar 4.600.

"Meski demikian InsyaAllah honorer itu semuanya bekerja. Hanya saja tenaga honorer yang ada di sekolah swasta saat ini tengah kita carikan regulasinya agar kita tidak ditegur oleh Pemerintah Pusat,” ucap Zaenuddin kepada wartawan baru-baru ini. Kendati demikian, Zaenuddin tidak menjelaskan secara spesifik terkait regulasi seperti apa yang dimaksudkannya.

Dikatakannya, terkait pengangkatan tenaga honorer di Sekolah swasta, Kementerian Dikbud dan Kementerian Dalam Negeri telah memberikan warning kepada Pemda untuk tidak mengangkat tenaga honorer kembali. “Namun untuk honorer di sekolah Negeri tetap diakomodir," lanjutnya.

Ditambahkan Zaenuddin, kedepan semua tenaga honorer swasta tidak akan diberikan SK oleh Bupati melainkan akan di kerjasamakan dengan pimpinan lembaganya masing-masing (MoU dengan yayasan), mengingat Dikbud tidak boleh lagi mengangkat tenaga honorer ke sekolah swasta.

"Sudah jelas bunyi Permennya itu kita tidak di bolehkan mengangkat tenaga honorer ke sekolah swasta. Jika kita melakukan itu maka kepala daerah akan mendapatkan teguran bahkan hingga pemberhentian,” pungkasnya.

Kedepan dijelaskannya, para tenaga honorer di Sekolah swasta akan di MoU dengan lembaganya dalam rangka peningkatan kualitas dan kualitas pembelajaran. “Itu sudah ada dananya di Dikbud,” tandasya.

Lebih lanjut disampaikan Zaenuddin, data honorer yang telah diverifikasi sebenarnya sudah siap diedarkan pihaknya sejak beberapa waktu lalu. Namun hal itu belum dilakukan, mengingat hingga saat ini Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Lotim masih membuka pengaduan.(red)

Belum ada Komentar untuk "Nasib Tenaga Honorer Sekolah Swasta di Lotim Masih Ngambang, Langkah Pemda Juga Belum Jelas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel