Lantaran Wanita Pengibur dan Miras, Hotel di Lombok Ini Didemo Pemuda Muslimin

Mataram, GL_ Puluhan pemuda dan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya komunitas Pemuda Muslimin Indonesia provinsi NTB melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Lombok Plaza, di Cakranegara kota Mataram-NTB, Rabu (25/9/2019). Pasalnya, Hotel yang berlokasi di pusat pertokoan kota Mataram tersebut diduga menyiapkan fasilitas hiburan malam yang dilengkapi dengan wanita penghibur (PS) serta minuman keras (miras) yang di perjualbelikan secara bebas.

Menurut para pendemo, kendati telah diberikan ijin oleh pemerintah kota (Pemkot) Mataram, kondisi ini dikhawatirkan akan merusak generasi penerus bangsa khususnya para Mahasiswa yang saat ini sedang menuntut ilmu di sejumlah Perguruan Tinggi di kota Mataram. Dalam aksinya, para pendemo mendesak pemerintah kota Mataram agar mencabut ijin operasi hotel dan karaoke Lombok Plaza yang telah terlanjur mendapat ijin tersebut.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mahasiswa dan pemuda itu mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan membawa massa yang lebih besar. Selain itu mereka juga mengancam akan memprovokasi masyarakat untuk mendukung penutupan operasi hotel tersebut.

Pengunjuk rasa mensinyalir, di hotel dan rumah karaoke ini diduga terdapat praktek prostitusi terselubung berkedok karaoke keluarga. Selain itu, bebasnya miras diperjual belikan di hotel dan karaoke keluarga yang berlokasi di pusat ibu kota provinsi NTB itu, di khawatirkan akan merusak citra kota Mataram yang mayoritas berpenduduk Muslim itu.

“Hentikan kegiatan hiburan malam. Hentikan prostitusi terselubung. Hentikan penjualan minuman keras di hotel ini. Cabut ijin karaoke Lombok Plaza,” seru salah seorang orator dalam orasinya.

Menurut masa aksi, praktek hiburan malam serta maraknya wanita penghibur di Hotel dan rumah karaoke tersebut tidak sesuai dengan visi misi kota Mataram yang memiliki jargon Maju, Religius, dan Berbudaya. Selain itu, Harga diri kaum perempaun dinilai pendemo, dilecehkan dengan maraknya praktek prostitusi terselubung yang terjadi di dunia hiburan malam hotel karaoke tersebut.

“Video-video sexi dancer itu sudah ada itu, banyak beredar dengan pakaian mini yang ndak enak dipandang kami sebagai warga Muslim. Belum banyak masyarakat yang tau kalo di sini (Lombok Plaza, red) ada sexi dancer dan miras. Kalo masyarakat tau pasti marah. Saya yakin itu,” tegas Korlap aksi, Kusniadi alias Onying kepada Wartawan di sela-sela aksi unjuk rasa.

Pantauan gemalombok.com, Rabu siang, mahasiswa pengunjuk rasa tiba di depan gedung hotel Lombok Plaza sekitar pukul 14.00 Wita, dengan membawa poster dan spanduk penolakan terhadap peredaran miras dan wanita penghibur.

Seorang pria berpakaian adat diduga hendak memprovokasi masa aksi dengan cara sengaja menyusup ke dalam barisan pendemo yang telah dibatasi tali seolah ingin membuat onar. Namun hal tersebut tidak terlalu gubris oleh masa pendemo. Ironisnya, aparat polisi yang mengetahui hal itu justru tidak bergeming melihat situasi yang berpotensi bisa membuat kericuhan itu.

“Ijin Karaoke keluarga tapi isinya PS (Pemandu Lagu, red),” ungkap salah satu kalimat dalam poster yang dibawa pendemo.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, jika hotel Lombok Plaza memang telah memiliki ijin operasi hotel dan peredaran miras di lingkup tamu hotel. Namun, yang menjadi sorotan masyarakat, ijin miras golongan A, B, dan C itu yang dijual bebas di rumah karaoke keluarga itu kini menuai polemik dan kontroversi dari masyarakat.

Belum lagi terkait maraknya wanita penghibur dengan istilah PS (Partner Song) atau PL (Pemandu Lagu) itu serta pertunjukan sexi dancer di hotel karaoke itu dinilai kian meresahkan masyarakat.

Sementara itu, pihak hotel yang dikonfirmasi terkait tuntutan dan tudingan massa pengunjuk rasa itu belum bersedia memberikan komentar resmi. “Saya sedang meeting masih di Surabaya. Belum bisa menjawab,” ucap GM Hotel Lombok Plaza, Didi Atmojo, ketika dikonfirmasi via telpon.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Lantaran Wanita Pengibur dan Miras, Hotel di Lombok Ini Didemo Pemuda Muslimin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel