Do’a Bersama, Ungkapan Cinta NTB Untuk Papua

Lombok Barat, GL_ Para penghianat bangsa kini tengah berusaha keras agar provinsi Papua bisa lepas dari Indonesia. Namun dukungan, do’a dan harapan agar Papua tetap menjadi satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus mengalir dari seluruh daerah di Indonesia, salah satunya provinsi NTB.

Provinsi NTB yang berjuluk daerah ‘seribu masjid' ini turut menyuarakan dukungan dan harapan agar Papua tetap Indonesia. Kendati berpenduduk mayoritas Muslim, daerah NTB dihuni beragam suku, ras, agama, dan budaya yang selama ini hidup berdampingan dengan aman, nyaman, dan damai.

“Indonesia adalah Papua. Papua adalah Indonesia. Kita Indonesia!” bunyi salah satu kalimat yang terungkap dalam acara Do'a bersama untuk Papua bertema “Love for Papua from West Nusa Tenggara”, di Senggigi, kabupaten Lombok Barat-NTB, sabtu (7/9/2019) malam.

Sedikitnya 5000 orang hadir dalam acara peduli Papua ini, mulai dari rakyat jelata, tokoh semua agama, hingga pejabat negara. Selain doa bersama, beragam kegiatan bernuansa persatuan juga dipertontontkan dalam acara yang diinisiasi Polda NTB itu. Doa bersama dipimpin oleh tokoh dari 6 (enam) agama, Muslim, Hindu, Budha, Katolik, Kristen Protestan, serta Khonghucu.

Pertunjukan musik kesenian adat suku sasak Lombok, Gendang Beleq, yang dimainkan anggota Polisi Polres Lombok Tengah, mengawali pembukaan acara. Selanjutnya, Pelarungan lilin ke laut sebagai simbol harapan untuk Papua oleh Kapolda NTB, Gubernur NTB, FORKOPINDA dan Tokoh Agama serta seluruh tamu undangan. Selain itu, pertunjukkan Kembang Api dilanjutkan pertunjukan tim selam dan atraksi dari Kapal Patroli dari Direktorat Pol Air Polda NTB turut mewarnai acara.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS, MM., dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan ini sebagai wujud solidaritas seluruh elemen masyarakat NTB untuk saudara-saudara kita di Papua dalam bingkai Indonesia. Kapolda juga mengharapkan doa dari seluruh masyarakat bagi anggota TNI-Polri yang sedang memulihkan situasi kamtibmas di Papua.

“Kami TNI-Polri menjamin keselamatan dan keamanan warga papua yang sedang menuntut ilmu dan bekerja di NTB. Ibarat tubuh manusia jika ada salah satu bagian terganggu maka yang lain akan merasakan. Kami di NTB juga ikut merasakan apa yang terjadi Papua. Papua adalah Indonesia,” tandas Sudjana.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menyampaikan, daerah NTB sebagai rumah untuk saling menautkan hati bagi seluruh masyarakat dari berbagai suku agama, ras dan asal daerah.

“Sekali menginjakkan kaki di NTB warga dari luar daerah akan segera membaur dengan masyarakat NTB yang ramah. Kami menjamin keberagaman dalam kebhinekaan Indonesia,” janji Gubernur.

Di kesempatan yang sama turut hadir Sekda kabupaten Fak-Fak provinsi Papua, Ali Baham Temongmere beserta staf sebanyak 20 orang dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Sekda mengatakan, NTB sama seperti Papua yang sangat menghargai keberagaman. Ia juga menegaskan jika Papua adalah NKRI harga mati.

“Kami datang dari papua dan tiba di NTB sangat terharu dengan masyarakat NTB yang sangat perhatian dengan kondisi saat ini di Papua. Kami memohon maaf atas kejadian yang pernah terjadi di Papua dimana adanya pengibaran bendera selain bendera merah putih itu adalah oknum yang ingin merusak kedamaian di Indonesia,” ucap Temongmere.

Ia berharap, untaian do'a dari pulau seribu masjid NTB untuk Papua dapat menjauhkan dari segala marabahaya dan pikiran untuk merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Mari kobarkan semangat untuk bersatu. Indonesia bersatu. merah darahku, putih tulangku. Merdeka...Merdeka...Merdeka!,” seru Temongmere berapi-api.

Nampak dalam acara yang berlangsung meriah namun penuh khidmat itu, anggota FORKOPIMDA NTB (Danrem, Danlanal, Danlanud, Kabinda, Katua DPRD NTB), Civitas Akademika NTB (Para Rektor, Wakil Rektor dari 3 Perguruan Tinggi di Mataram), ratusan anggota TNI-Polri beserta elemen masyarakat dari Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Pengusaha, Ormas, OKP dan masyarakat umum serta wisatawan mancanegara.

"Kami Nusa Tenggara Barat, Kami Papua, Kami Indonesia, Pace...Mace....We Love Papua". (GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Do’a Bersama, Ungkapan Cinta NTB Untuk Papua"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel