Danrem 162/WB Ajak Mahasiswa Pendemo Sholat Berjamaah, Demo Ricuh Depan DPRD NTB Berangsur Kondusif

Mataram, GL_ Aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar sepuluh ribu Mahasiswa dari berbagai kampus se Pulau Lombok di depan  gedung DPRD NTB, Kamis (25/9) berlangsung anarkis. Mahasiswa merusak pintu gerbang Kantor DPRD yang dijaga ketat aparat Kepolisian. Penembakan gas air mata pun tak dapat terelakan dalam kericuhan itu. Aksi saling lempar serta kejar-kejaran antara Mahasiswa pendemo dengan aparat keamanan juga terjadi dalam aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., berkoordinasi dengan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana, yang berada di lokasi, serta dengan pimpinan DPRD NTB. Danrem segera mengerahkan 2 Satuan Setara Kompi (SSK) anggota Yonif 742/SWY dan jajaran Kodim Lombok Barat.

Delapan unit truk anggota Yonif 742/SWY tiba di depan Kantor DPRD NTB di jalan Udayana Mataram dan terlihat disambut hangat para Mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di bawah terik matahari siang. Pendekatan cepat dilakukan Danrem 162/WB serta bernegoisasi dengan perwakilan Mahasiswa untuk diajak bersama sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Islamic Center. Mahasiswa pun menyambut positif ajakan orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.

Usai sholat zuhur berjamaah, Danrem sempat memberi himbauan dan kultum kepada Mahasiswa. Danrem menghimbau agar Mahasiswa pengunjuk rasa menjaga nama baik mahasiswa sebagai panutan dan contoh bagi masyrakat Indonesia. Selain itu, agar tidak berbuat anarkis yang bisa menodai cita cita luhur Demokrasi. Menurut Ramdhani, Mahasiswa adalah calon generasi penerus Bangsa Indonesia yang dibanggakan dan akan menjadi pemimpin masa depan.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi akhirnya tidak ada lagi anarkis," ucap Danrem bersyukur.

Danrem juga mengajak para pendemo agar bijak dalam menyampaikan aspirasi dengan tetap mengedepankan aturan hukum dan norma agama yang ada. “Mengingat NTB dikenal sebagai pulau seribu Masjid," tandasnya.

Demo kembali berlangsung hingga sore hari. Azan Ashar pun berkumandang. Kembali Danrem mangajak Mahasiswa melaksanakan sholat Ashar berjamaah di sepanjang jalan Udayana depan Kantor DPRD NTB. Tanpa keraguan, Danrem bertindak langsung sebagai imam yang diikuti Mahasiswa sebagai makmum.

Usai melaksanakan sholat Ashar berjamaah, Danrem bersama sejumlah pimpinan DPRD NTB terus melakukan pendekatan persuasif.  Aksi unjuk rasa pun berangsur-angsur kondusif tanpa diwarnai anarkis lagi.

“Syukur alhamdulilah sisa massa unjuk rasa pukul 17.15 WITA mulai membubarkan diri dengan tertib dan aman kembali ke rumah masing masing,” ungkap Kapenrem, Mayor Dahlan, S.Sos., dalam keterangan persnya kepada gemalombok.com.(GL/Pen)

Belum ada Komentar untuk "Danrem 162/WB Ajak Mahasiswa Pendemo Sholat Berjamaah, Demo Ricuh Depan DPRD NTB Berangsur Kondusif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel