Workshop Media Massa di Lombok Utara, Bagaimana Media Menjadi Solusi di Tengah Musibah Bencana

Tanjung KLU GL_ Sebagai pilar keempat dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimana seharusnya media berperan untuk mengembalikan nilai-nilai substansi kemanusiaan, terutama di tengah musibah bencana yang tengah melanda negeri ini, khususnya di pulau Lombok NTB. Peran media seharusnya menjadi Jurnalisme Solusi yang turut menjadi bagian solusi dari sebuah permasalahan termasuk masalah musibah bencana alam.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Workshop Media Massa yang digelar Pemkab Lombok Utara (KLU) bekerja sama dengan Gerakan Revitalisasi Kemanusian (Gravitasi) Mataram, di Tanjung (3/8/2019). Kegiatan tersebut bertajuk “Memahami dan Menulis Berita Pascabencana”, dan dibuka Asisten III Setda KLU, Ir. H. Melta.

Sejumlah narasumber hadir dalam workshop ini diantaranya, Budayawan NTB, Drs. H. Lalu Fathurrahman, Anggota DPRD KLU Raden Nyakradi, SH., Jurnalis dari Tempo Mataram, Abdul Latief Apriaman, serta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD KLU Drs. Wardoyo.

Jurnalis senior dari media Tempo Mataram, Abdul Latief Apriaman, dalam paparan materinya mengulas terkait Jurnalisme Solusi. Dijelaskannya, pada tahun 2000 lalu, Jurnalisme Solusi digagas seorang jurnalis asal Amerika yang berangkat dari sebuah kegelisahan. Saat itu, masyarakat seperti tidak percaya lagi dengan media, dan beralih dari media konvensional ke media online. Masyarakat sulit membedakan suatu berita itu benar atau hoaks.

"Sederhananya, Jurnalisme Solusi ini mencoba memberikan format baru pemberitaan yang menjadi penuntun ke arah yang tepat. Tulisan jurnalistik bisa mengacu pada tulisan-tulisan yang menampilkan solusi," imbuhnya.

Ciri-ciri Jurnalisme Solusi lanjutnya, fokus pada kedalaman tentang respons terhadap sebuah masalah, fokus pada keefektifan memberikan inspirasi dan wawasan, turut serta menjadi bagian solusi terhadap masalah.

Bupati Lombok Utara dalam sambutannya yang dibacakanAsisten III Setda KLU Ir. H. Melta, menyatakan, PemdaKLU mendorong semua stakeholder untuk berperan dalam penanganan bencana, termasuk peran media. Pekerjaan yang tadinya dirasa berat, dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik bisa terasa ringan. Terbangun dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Harapan kami pada workshop ini, bisa didiskusikan untuk bisa berkontribusi dalam penanganan bencana," tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD KLU, Raden Nyakradi, SH., mengatakan, penanganan bencana berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP). APBD murni tahun  2018 sebesar 984 miliar rupiah lebih. “Adapun anggaran untuk BPBD KLU berkisar 5 miliar rupiah lebih dengan dana kesiagaan berkisar 405 juta rupiah,” bebernya.

Narasumber lain, Budayawan NTB, Drs. H. Lalu Fathurrahman, menguraikan musibah bencana dari perspektif kebudayaan. Dalam konteks bencana katanya,aperlu banyak bertanya tentang pemikiran kosmologis adanya bencana.

"Kita tanya kepada tetua, apa kata mereka tentang bencana: 'Mula iya kelampan gumi langit ketentuan siq epenta'. (‘Memang seperti itu perjalanan bumi langit yang telah ditentukan Sang Pencipta’ red). Ini kesadaran mendalam yang menentukan sikap mereka dalam menjalani kehidupan. Filosofi dari kalimat tersebut menerima anugerah dengan syukur dan tanggung jawab. Ini jelas terekspresi dalam masyarakat ‘Daye’ (utara/KLU red.)," tuturnya.

Sejumlah media cetak dan elektronik serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hadir dalam workshop tersebut. Kegiatan diakhiri dengan peninjauan lapangan di Dusun Tanaq Muat Desa Kayangan. Melihat dari dekat, kehidupan masyarakat setempat pascabencana yang bertahan hidup di tengah keterbatasan.

Tampak raut optimisme tetap ada bekerja produktif sembari menanti pembangunan Rumah Tahan Gempa. Masyarakat berinisiatif bercocok tanam sayuran, memperbaiki saluran air, membuat usaha kuliner tahu, menggunakan bahan-bahan daur ulang untuk hunian sementaranya, melalui pendampingan dari beberapa komunitas.(GL/humaspro)

Belum ada Komentar untuk "Workshop Media Massa di Lombok Utara, Bagaimana Media Menjadi Solusi di Tengah Musibah Bencana"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel