Warga Kecewa, Proyek Pipa PDAM Senilai Rp 17 Milyar Dituding Merusak Pariwisata Air Narmada

Lombok Barat GL_ Kawasan wisata Narmada yang terletak di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat (Lobar) juga dikenal dengan slogan ‘Kota Air' mengingat sumber daya air di kawasan tersebut masih murni dan terbilang melimpah. Debit air di kawasan yang berdekatan dengan kawasan Hutan Gunung Rinjani itu tetap melimpah kendati musim kemarau seperti saat ini.

Narmada juga merupakan salah satu objek wisata kebanggaan Kabupaten dengan jargon Patut Patuh Patcu (Tripat) tersebut. Wilayah pedesaannya tidak sedikit yang menjadi Desa Wisata karena alamnya yang asri dan subur.

Kini keindahan kota air Narmada terusik dengan pekerjaan proyek pemasangan pipa air milik PDAM Giri Menang senilai Rp 17 milyar. Pipa jumbo yang dipasang PDAM membentang sepanjang aliran sungai yang melintas di wilayah 4 desa, yakni Desa Presak, Desa Batu Kute, Desa Dasan Tereng, dan Desa Sembung.

Pemasangan pipa air bersih tersebut merupakan proyek tahun 2017 dengan anggaran Rp 17 M. Pasalnya, pekerjaan proyek bernilai fantastis itu dinilai warga terkesan dikerjakan asal asalan dengan alasan menghemat biaya.

Pantauan sejumlah media di beberapa lokasi sungai, pipa berukuran raksasa itu memang terkesan dipasang asal-asalan dengan melepasnya begitu saja. Bahkan di beberapa titik, pipa-pipa itu diikat di batang-batang pohon serta membentang di tengah sungai dengan sisi yang tidak beraturan. Banyak sampah mengendap terhalang pipa yang membentang di tengah sungai. Menurut warga sekitar, akibat sampah yang menumpuk karena terhalang pipa kerap membuat air kali meluap dan membuat tanah warga terkikis (abrasi), terlebih di kawasan lahan pertanian yang dekat dengan sempadan sungai.

Menurut Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Batu Kute, H. Mawardi, pemasangan pipa tersebut tanpa ada koordinasi dengan pihak desa. “Hanya datang memberitahukan saja dan belum ada rekomendasi dari warga yang lahannya terpapar oleh pipa tersebut,” cetusnya kepada wartawan belum lama ini.

Dikatakannya, pihak desa telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak PDAM Giri Menang dengan tembusan DPRD, BWS, hingga Bupati. “Namun belum ada tindakan,” keluhnya.

Sementara itu, Kades Batu Kute, M. Misrafuddin, mengungkapkan pernyataan yang hampir sama. Dijelaskannya, warganya yang terdampak kerusakan akibat pipa tersebut mengaku keberatan dan sering melayangkan protes kepihak Desa.

“Kalau tidak ditanggapi kami tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah warga sekiranya bertindak anarkis dengan merusak atau memotong motong pipa tersebut. Sementara kali yang tadinya kita rencanakan untuk arena arung jeram, menjadi rusak dan kotor oleh gundukan sampah yang tersangkut di pipa tersebut. Sungai ini  merupakan salah satu aset wisata desa kami,” keluhnya di hadapan sejumlah Wartawan.

Terpisah, Camat Narmada, Bq. Yeni Satriani Ekawati, S.Sos., yang ditemui di sela-sela kesibukannya juga mengaku telah mendengar banyak keluhan warganya terkait proyek pipa PDAM tersebut. Ia berjanji akan membela kepentingan masyarakatnya dengan mencari jalan keluar dari persoalan itu.

“Saya mendapat laporan saat silaturrohmi ke Desa Batu Kute, dan saya sudah mencoba bersurat ke BWS. Pipa ini seharusnya ditata dengan baik agar terlihat rapi dan tidak mengganggu masyarakat. Masyarakat kami kan tidak pernah mengganggu PDAM. Sementara Desa Batu Kute ingin memanfaatkan debit air sungai itu untuk arena olah raga arung jeram sebagai salah satu destinasi wisata. Dan tujuan ini menjadi harapan kita bersama,” pungkasnya.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Warga Kecewa, Proyek Pipa PDAM Senilai Rp 17 Milyar Dituding Merusak Pariwisata Air Narmada"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel