Terkait Proyek Drainase Senggigi Dianggap Ganggu Kenyamanan Wisatawan, Dispar Lobar ‘Tantang’ Pelaku Wisata

Kadis Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi
Lombok Barat, GL_ Para pelaku Wisata Senggigi menilai proyek pekerjaan drainase Senggigi mengganggu kenyamanan wisatawan berkunjung. Selain itu, pelaksanaan proyek yang dikerjakan saat musim ramai (high season) itu juga dianggap menghalangi penghasilan para pelaku wisata andalan Lombok Barat (Lobar) itu.

Namun, mengetahui persoalan tersebut, bukannya dijadikan sebuah kritik untuk membangun, Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar justru berang dan menantang para pelaku wisata Senggigi untuk membuktikan proyek tersebut mengganggu kenyamanan wisatawan atau tidak. Bahkan, Dispar Lobar juga mengaku dinas PU selaku OPD yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan proyek itu tidak perlu berkoordinasi dengan pihaknya, mengingat nilai proyek senilai sekitar Rp 900 juta tersebut kecil.

“Untuk apa koordinasi hanya buat drainase segitu. Wong hanya 2 ratus meter jalan. Yg minta kan semua hotel di sana dipercepat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi, dihubungi via Whatsapp nya, Selasa (27/8/2019). Ispan juga menilai, pihak yang mengatakan proyek tersebut menghambat wisatawan sebagai pendapat pribadi yang sangat tendensius dan didramatisir.

“Lihat nanti musim hujan 2 bulan lagi setengah hotel killa itu tergenang banjir dan jalan masuk itu satu meter banjirnya karena drainase ini rusak apa itu tidak mebhambat. Yg disumpah serapah dan dimaki kalo ndak diperbaiki drainase nanti pemda lagi,” kesalnya.

Informasi sebelumnya, para pelaku wisata Senggigi mengeluhkan pekerjaan proyek drainase di jalur pintu masuk pantai Senggigi. Sekitar seminggu terakhir proyek tersebut seolah dibiarkan terbengkalai dan alat berat yang sebelumnya beroperasi sudah tidak terlihat di lokasi proyek pada Senin (26/8/2018). Namun tumpukan material jalan, tanah hasil galian, serta lubang pinggir jalan dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan wisatawan dan pengguna jalan. 

Belum lagi musim hujan akan segera tiba yang diperkirakan datang bulan September mendatang. Pemandangan banjir akan menghantui. Sementara jika malam hari tiba. Jalan masuk pantai Senggigi gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan jalan pasca kabel bawah tanah lampu penerangan jalan diputus karena proyek drainase yang dikerjakan saat musim ramai kunjungan (high season) itu.

Namun Dispar Lobar menampik proyek tersebut dianggap menghalangi wisatawan dan pendapatan para pelaku wisata. Dispar Lobar justru menuding jika penilaian tersebut sebagai pendapat pribadi yang sangat tendensius.

“Siapa yang komplain itu kasi tau saya. Kasi tahu saya siapa yang ngomong itu suruh telpon atau ketemu saya. Illogical,” pungkas mantan Kabag Humas dan protokol Lombok Barat itu.(red)

Belum ada Komentar untuk "Terkait Proyek Drainase Senggigi Dianggap Ganggu Kenyamanan Wisatawan, Dispar Lobar ‘Tantang’ Pelaku Wisata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel