Rumah Tahan Gempa Diresmikan di Lombok Utara Meski Terkendala 700 KK Masih Tempati Kawasan Hutan Lindung

Gangga KLU GL_ Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., meresmikan sekaligus menyerahkan Rumah Tahan Gempa (RTG) kepada masyarakat di Dasan Banjur, Rempek Kecamatan Gangga (2/8/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya serius Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah untuk terus menggenjot proses percepatan rehab rekon pascagempa dengan membangun rumah-rumah warga terdampak gempa.

Kendati demikian, pemda setempat tidak menampik terdapat sejumlah kendala yang berangsur-angsur mulai terselesaikan satu persatu. Diantaranya, terdapat 700 KK yang masih menempati kawasan hutan lindung. Pemerintah berencana mengeluarkan batasan areal dari kawasan hutan tersebut seluas sekitar 14 hektar.

Dalam penyampaiannya, Najmul menegaskan, pembangunan rumah tahan gempa bisa berjalan sesuai dengan rencana secara partisipatif. Bahkan menurut orang nomor satu di KLU itu, BNPB menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat karena KLU sebagai daerah yang dinilai capaian pembangunan RTG cukup tinggi.

"Saya sudah menandatangani SK tim teknis yang diketuai oleh PUPR untuk memverifikasi terhadap rumah masyarakat pola mandiri yang sudah jadi. Apakah rumah yang dibangun tahan gempa atau tidak. Semoga upaya-upaya yang dilaksanakan pemerintah sesuai dengan yang kita harapkan," harapnya.

Sementara itu, menurut Pjs Kades Rempek, Syaiful Bahri, SP., tanah yang masih disengketakan sekitar 50 persen sudah bersertifikat dan membayar pajak, tetapi secara administratif dikategorikan sebagai hutan. Upaya penyelesaian sudah dilakukan, termasuk mengusulkan solusinya kepada Pemerintah Daerah.

Di kesempatan yang sama, pihak pendamping dari BNPB, Indriana Putri menjelaskan, di Desa Rempek terdapat 780 rekening. “Tetapi yang sedang kami tangani ada 571 rekening yang lain adalah data anomali sehingga perlu perbaikan,” jelasnya.

Indriana melanjutkan, dari 571 unit yang ditanganinya, 570 unit sudah mulai dibangun dan 1 unit belum tertangani karena tidak ada tempat lain untuk mengungsi. “Menunggu tempat keluarga terlebih dahulu jadi untuk ditempati. Sementara rumahnya sedang dibangunkan. Dari 570 rumah tersebut, 207 rumah sudah ditempati warga dan sisanya dalam proses pembangunan," paparnya.

Hadir dalam peresmian tersebut, Kalaksa BPBD Muhadi, SH., Camat Gangga Suhadi, S.Sos., pendamping Fasilitator, Pokmas dan masyarakat penerima manfaat. Di akhir acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Bupati KLU kepada salah seorang perwakilan warga penerima manfaat. (GL/humaspro)

Belum ada Komentar untuk "Rumah Tahan Gempa Diresmikan di Lombok Utara Meski Terkendala 700 KK Masih Tempati Kawasan Hutan Lindung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel